SLEMAN – Dewasa ini generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat di kalangan masyarakat. Mulai segi pendidikan, teknologi, maupun moral dan budaya.

Milenial sendiri dianggap spesial. Sebab, generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi.

Generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri. Mereka lahir pada saat TV berwarna, handphone, dan internet sudah diperkenalkan. Sehingga generasi ini sangat akrab dan mahir dengan teknologi.

Rumah sakit sebagai salah satu bentuk layanan kesehatan bagi masyarakat juga telah bertransformasi dari pemberian pengobatan pada penyakit-penyakit yang bersifat infeksi ke arah pelayanan yang bersifat lebih komplementer. Salah satunya pelayanan estetika, pelayanan klinik konservasi, dan pelayanan lain yang sangat diperlukan bagi kaum milenial.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman terus berbenah demi mewujudkan visi “Menjadi Rumah Sakit Andalan Masyarakat Menuju Terwujudnya Sleman Smart Regency pada Tahun 2021.

Pembenahan dimulai dengan penempatan gedung pusat terpadu sebagai pusat layanan kesehatan yang terstandar. Juga didukung oleh pelayanan tenaga profesional. Baik tenaga medis dan non medis, maupun tenaga penunjang yang selalu siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sleman.

Bersamaan dengan peringatan Hari Jadi ke-103 Kabupaten Sleman, Direktur RSUD Sleman dr Joko Hastaryo MKes mengatakan, kehadiran RSUD Sleman telah memberikan komitmen tinggi terhadap kualitas pelayanan yang akan diberikan. Terlebih selain berstatus rumah sakit kelas B, RSUD Sleman telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan bagi profesi dokter dan tenaga kesehatan lainnya dari berbagai perguruan tinggi.

RSUD Sleman telah dilengkapi beragam fasilitas dan sarana yang mendukung proses pendidikan dokter dan tenaga kesehatan. Di antaranya, bimbingan dari dokter dan tenaga medis yang andal di bidangnya,

bimbingan praktik, perpustakaan yang nyaman, ruang diskusi peserta didik, dan asrama.

Ada 23 jenis klinik yang menjadi pelayanan di RSUD Sleman. Khusus klinik estetika atau kecantikan telah dilengkapi peralatan laser genesis (untuk rejuvenasi, pelembaban pembuluh darah, dan pelayanan scar/ bekas luka,  serta narices).

Sedangkan untuk pelayanan endoscopy, antara lain: pemeriksaan diagnostik berupa gastrocopy, collonoscopy, bronchoscopy, dan biopsi. Sementara layanan laparoscopy, antara lain untuk pemeriksaan diagnostik berupa tindakan appendiktomie dan colesystectomie dengan sayatan minimal. Ada pula layanan laser vaskuler, mikrodermabasi, facial cleansing, peeling kimiawi, dan microneedling.

Klinik estetika diampu oleh tiga dokter ahli. Yakni dr Gita Hening Bunga Sp DV, dr Vina Ajeng Puspadewi M Sc, Sp KK, dan dr Nisa Mayasari Sp KK.

Tahun 2019 ini RSUD Sleman juga dilengkapi dengan CT scan berteknologi canggih dengan 128 slice untuk lebih memudahkan dalam menentukan diagnosa pada pasien. “Tindakan cepat dan tepat akan mempercepat penanganan dan kesembuhan pada pasien,” tutur Joko.

RSUD Sleman juga telah dilengkapi peralatan laser retina. Laser retina merupakan layanan terbaru di poli mata, sehubungan dengan kasus banyaknya penderita Retinopati DM. Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah kelainan metabolisme gula dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan gula dalam darah.

DM menimbulkan kelainan di pembuluh darah terutama pembuluh darah kecil. Termasuk jantung, otak, ginjal, dan mata. Akibat pada mata  terjadi katarak pada lensa mata dan Retinopati Diabetika di retina.

Bila anda penderita DM, periksakan mata sedini mungkin. Makin dini kelainan diketahui, hasil pengobatan akan lebih baik. Pengobatan laser sangat berguna untuk penyelamatan retina yang sangat penting untuk penglihatan. RSUD Sleman siap melayani deteksi dini pemeriksaan Retinopati DM dan laser retina. (*/yog/fj)