MAGELANG – Dua siswa kembar SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang, Ketut Shri Satya Wiwekananda dan Ketut Shri Satya Yogananda, memperoleh penghargaan Taruna Cendekia Buana. Bahkan untuk Ketut Shri Satya Wiwekananda juga menerima penghargaan Perak Bintang Garuda Trisakti Taruna Tama.

FRIETQI SURYAWAN, Magelang

Yang membanggakan, kedua putra Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Prof Dr Nyoman Kertia dan Ir Ni Made Lilis Martini Dewi ini, juga telah diterima di FKKMK UGM. Mereka diterima di Kampus Biru itu lewat jalur undangan.

Wiwekananda menjelaskan, ia meraih penghargaan Taruna Cendekia Buana karena pernah mendapatkan penghargaan di tingkat internasional saat berguru di SMA TN.  Hal ini dibenarkan Yogananda, di mana penghargaan tingkat internasional diperoleh saat lomba ke Thailand dan Nepal tahun 2017 dan 2018. Sedangkan penghargaan Garuda Trisakti Taruna Tama diraih karena merupakan lulusan terbaik.

“Saya dapat Garuda Trisakti Taruna Tama, ya karena lulusan terbaik dari tiga aspek. Yakni kepribadian, kesamaptaan jasmani dan akademik. Saya dapat perak, yang berarti hanya peringkat dua,” kata Wiwekananda, Selasa (14/5).

Orang tua Wiwekananda dan Yogananda, Nyoman Kertia mengatakan, anak-anak ini memang kreatif, kemudian konsentrasinya tinggi. “Dia seneng sembahyang, jadi konsentrasinya sangat tinggi. Bahkan saya kadang-kadang ingin mengajak jalan-jalan, dia maunya belajar. Kalau mau jalan-jalan, maunya ke pura atau candi. Beda dengan anak-anak lain,” tuturnya.

Selain keduanya, putra Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Idham Aziz, Irfan Urane Aziz, juga memperoleh penghargaan Taruna Cendekia Buana. Dia dalam UNBK memperoleh nilai sempurna 100 untuk tiga mata pelajaran (mapel).

Irfan memperoleh nilai sempurna 100 untuk mata pelajaran Fisika, Matematika dan Bahasa Inggris. Nilai yang diraih itu diperoleh dengan kerja keras dan tekun belajar.

“Dari saya sendiri yang penting, pertama ada dukungan dari orang tua, dari guru-guru SMA TN juga mendukung kegiatan belajar mengajarnya jadi saya nyaman kalau belajar di sini. Terus, usaha lebih keras dan banyak lagi untuk mencapai meraih prestasi itu,” ungkap Irfan.

Sedangkan ibu Irfan, Fitri Handari mengaku, bersyukur Irfan bisa memperoleh nilai sempurna untuk tiga mapel. Prestasi yang diraih tersebut berkat kerja keras dan doa.

“Kerja keras dan doa. Anak kerja keras, doa juga. Lingkungan di sini juga bagus, mendukung tercapainya prestasi itu. Terima kasih buat TN, pamong-pamong, seluruh yang ada di TN,” ujarnya.

Irfan sendiri mengaku setelah lulus akan menyusul kakaknya yang juga alumnus TN di Akpol Semarang. “Ini masih dalam rangkaian tes untuk masuk Akpol, nanti tanggal 18 ada pengumumannya. Masih ada beberapa tes lagi,” katanya seraya menyebut ingin seperti bapaknya.

Kepala SMA TN Brigjen TNI (Purn) Soebagio mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti ujian 361 siswa, terdiri peminatan IPA 277 siswa dan peminatan IPS 84 siswa. Sebanyak 361 siswa ini dinyatakan lulus 100 persen. Untuk rata-rata tertinggi nilai Unas 98,5 dan rata-rata nilai Unas seluruh siswa 78,31.

“Terdapat 52 nilai 100 yang diraih oleh 40 siswa pada mata pelajaran Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi, Ekonomi dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.

Soebagio mengatakan hal itu dalam Upacara Prasetia Alumni dan Penutupan Pendidikan Siswa Kelas XII Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara Tahun Pendidikan 2016-2019, yang dihadiri Menhan Ryamizard Ryacudu. Dalam kesempatan itu, Ryamizard Ryacudu meminta kepada alumni SMA Taruna Nusantara untuk melaksanakan bela negara dan membela Pancasila serta UUD 1945.

Selain itu Menhan juga menyampaikan ucapakan selamat bagi  para siswa SMA Taruna Nusantara angkatan 27 yang telah berhasil dengan baik dalam menyelesaikan pendidikan selama tiga  tahun.

“Kalau kalian tidak melaksanakan bela negara dan tidak membela Pancasila serta UUD 1945, maka kalian telah menjadi pengkhianat kepada bangsa ini dan pengkhianat bagi orang tua dan pendahulu-pendahulu kalian yang telah memperjuang kemerdekaan bangsa ini dengan tetesan darah, keringat dan air mata, yang juga telah mendirikan sekolah ini,” tandas Ryamizard. (laz/er)