BANTUL – Uke Andra, 41, menyulap teras rumahnya menjadi taman bacaan. Kini, koleksi buku di perpustakaan Uke sudah mencapai 400 buah buku. Tidak hanya membaca, ia juga menyediakan alat-alat kreativitas bagi anak-anak yang singgah di tempatnya.

 

SEVTIA EKA NOVARITA, Bantul

Meskipun belum genap satu tahun, perpustakaan mini milik Uke telah dikenal di kalangan anak-anak. Khususnya teman dari anak keduanya, Alfarizi, yang kini berusia 10 tahun.

Koleksi buku milik Uke didapatkan dari Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA) serta beberapa relawan. Kekhawatiran Uke akan dunia pendidikan anak yang dibatasi oleh orang tua, akan menghambat kreativitas anak.

“Karena ada beberapa orang tua yang sedikit-sedikit melarang karena khawatir,” jelas Uke saat ditemui di rumahnya, Jojoran Wetan, Triwidadi, Pajangan, Bantul, Selasa (14/5).

Selain itu, di rumah dengan luas lahan sekitar 15×5 meter persegi itu Uke memiliki berbagai macam hewan peliharaan. Mulai dari kambing, sapi, sampai dengan ular. Melalui hewan miliknya itu anak-anak yang mengunjungi perpustakaan mini juga diajak secara langsung berinteraksi dengan hewan.

Saat ini, banyak anak yang hanya tahu hewan berdasarkan buku cerita. Dengan pengenalan secara langsung, anak-anak bisa belajar cara merawat hewan. “Mulai dari membersihkan kandang hingga memberi makan hewan,” tambahnya.

Di lain waktu, ia juga mengajarkan anak untuk memanfaatkan kotoran hewan menjadi pupuk. Mengolahnya agar berguna untuk tanaman yang ditanam anak-anak. Melalui hal tersebut, anak-anak akan belajar rasa tanggung jawab dengan merawat tanaman agar tidak mati.

Tak hanya anak-anak dari lingkungan rumahnya, beberapa sekolah dasar (SD) di Pajangan juga pernah mengunjungi rumahnya. “Di sini mau belajar kotor, mau berkreasi, anak-anak bebas saja,”  tandas Uke.

Masih memiliki keterbatasan dari sisi biaya, Uke tetap mengusahakan sarana dan prasarana yang diberikan kepada anak-anak. Meskipun belum mencapai tahap maksimal, ke depan ia ingin menggandeng relawan dan lembaga untuk lebih memperhatikan anak-anak. Terlebih yang berada di desa. (laz/by)