SLEMAN – Tri Sutiyastuti, 42 tahun, warga Dusun Bulawen, Tlogoadi, Mlati harus mengubur mimpi memiliki suami lagi. Pria yang berjanji menikahinya kabur membawa sepeda motor Tri dan uang Rp 7,5 juta.

Pria tersebut, KH, telah ditangkap dan diamankan Reskrim Polsek Mlati. “KH kami amankan di rumahnya di Pekalongan, Jawa Tengah,” ujar Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu di Mapolsek Mlati, Rabu (15/5).

Dikatakan, antara pelaku dan korban ketemu di Facebook. Intens berhubungan sejak Februari 2019. “Kejadiannya Maret, setelah pelaku bertemu korban tiga kali. Satu di tempat kerja, dan dua di rumah korban,” kata Yugi.

Saat pelaku datang ke rumah korban, dia meminta izin orang tua korban untuk menikahi putrinya. Pelaku meminta korban mencairkan uang Rp 7,5 juta. Alasannya, agar bisa mengalihkan uang di rekeningnya, ke rekening korban. “Korban termakan rayuan dan mau memberi uang itu,” kata Yugi.

Pelaku kembali mendatangi rumah korban. Pelaku tinggal di rumah korban seminggu. “Pelaku meminjam sepeda motor korban. Alasannya untuk menjemput pegawai bank. Pelaku meninggalkan amplop warna coklat,” jelas Yugi.

Bungkusan itu, kata Kapolsek, seolah-olah isinya uang. Padahal berisi lipatan koran. “Korban dipesan pelaku agar jangan membuka amplop itu sampai ada petugas dari bank datang,” kata Yugi.

Korban menuruti perintah pelaku. Namun, petugas bank tak kunjung datang. Korban curiga dan membuka amplop, isinya koran. Bukan uang.

KH mengaku tidak berniat menipu. Dia dikejar orang untuk membayar utang. “Saya kepepet, punya utang Rp 7,5 juta jadi niat (jahat) itu muncul,” kata KH. Dia berkenalan dengan korban mengaku sebagai tukang obat dan pijit.

Uang digunakan membayar utang. Sedangkan motor digadai. Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. “Motor saya gadai Rp 250 ribu,” kata KH.

Polisi mengamankan sepeda motor dan amplop berisi koran sebagai barang bukti. KH dijerat Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan. (har/iwa/fj)