JOGJA – Perkembangan jasa transportasi online di Indonesia semakin pesat. Hal ini membuat PT Jasa Raharja (Persero) harus ikut menyesuaikan diri. Sebagai wujud tanggungjawab dan menjamin keselamatan para penumpang jasa transportasi online, PT Jasa Raharja pun terus aktif menggelar sosialisasi.

Sosialisasi ini perihal kewajiban pelaku usaha jasa transportasi online untuk membayar iuran wajib sebagai dana pertanggungan dana kecelakaan panumpang.

“Semoga sosialiasi ini dapat dipahami oleh pengusaha angkutan online di Jogja. Sehingga, masyarakat penumpang angkutan online menjadi lebih nyaman dan aman,” kata Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Akhdiyat Setya Purnama ketika membuka acara sosialisasi Perijinan Angkutan Online dan Aplikasi Jrku di Rumah Makan Loh Jinawi By Bu Sofan Sleman, Selasa petang (14/5).

Kanit Operasional PT Jasa Raharja (Persero) DIY Afriyanti mengatakan, kewajiban pelaku usaha jasa transportasi online mengasuransikan penumpang sesuai dengan regulasi pemerintah. Yakni, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Umum Tidak Dalam Trayek.

“Agar para pengemudi angkutan online nyaman dalam bekerja dan penumpang juga merasa nyaman. Maka, angkutan online wajib mengasuransikan penumpang melalui Jasa Raharja,” kata Afriyanti saat memberikan sosialisasi.

Dengan aturan tersebut, lanjut Afriyanti, perusahaan pelaku usaha jasa transportasi online wajib menyetorkan iuran wajib sebagai dana pertanggungan kecelakaan penumpang. Dengan begitu, penumpang jasa transportasi online akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja karena telah diasuransikan.

“Santunan korban kecelakaan dalam perjalanan, baik meninggal dunia, biaya rumah sakit maupun cacat tetap, serta biaya penguburan diatur dalam Permenkeu Nomor 15/PMK.010/2017,” papar Afriyanti.

Berapa besaran santunan? Untuk meninggal dunia santunan sebesar Rp50 juta, luka-luka maksimal Rp 20 juta, cacat tetap maksimal Rp 50 juta, dan biaya penguburan Rp 4 juta. Selain itu, terdapat manfaat tambahan, yaitu berupa biaya P3K maksimal sebesar Rp 1,5 juta dan biaya ambulance maksimal Rp 500 ribu,” jelas Afriyanti. (*/zam/by)