SLEMAN – Sama seperti musim-musim sebelumnya, kepolisian mengumpulkan elemen supporter dan manajemen klub, seiring mulai bergulirnya Liga Indonesia. Alasannya masih sama, mengantisipasi dinamika yang terjadi dalam persepakbolaan DIJ.

Tapi musim ini diperkirakan nuansanya akan berbeda. Apalagi dengan naiknya PSS Sleman ke kasta tertinggi Liga Indonesia. Belum lagi, PSIM Jogja yang kini menjelma menjadi galaticos Liga 2. Selain itu, pada kompetisi musim ini jumlah tim yang ada di Jogjakarta akan bertambah dengan kehadiran Kalteng Putera yang berencana bermarkas di Jogja.

Karo Ops Polda DIJ Kombes Pol Hermansyah menyatakan pernyataan sikap damai dari masing-masing suporter menjadi kegiatan tahunan. Apalagi, di tahun ini ada tim yang bermarkas di Jogjakarta. “Semua suporter dari Liga satu, dua dan tiga kami kumpulkan. Mereka melakukan kesepakan damai. Kami ingin kompetisi berjalan kondusif,” jelas Hermansyah seusai mengumpulkan pentolan para suporter, Selasa (14/5).

Dia berharap semakin tahun, suporter di Jogjakarta bisa semakin dewasa. Dalam menjaga kondusifitas di dalam maupun luar lapangan. Sehingga, diharapkan persepakbolaan Jogjakarta bisa lebih berprestasi.

Saat disinggung soal keberadaan PSIM Jogja dan PSS Sleman yang kini berbeda kompetisi, pamen dengan tiga melati di pundak ini berharap hal itu dapat mengurangi ketegangan yang terjadi selama ini. “Tapi apapun itu kami tetap mengantisipasi baik di luar maupun di dalam lapangan,” katanya. (bhn/pra/er)