JOGJA – CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto meminta kepada para suporter PSIM Jogja untuk merubah stigma negarif selama ini. Dia kini merasakan sendiri dampaknya saat kesulitan mengurus perizinan pertandingan.

“Melalui silaturahmi kami ingin sampaikan kepada suporter untuk mengubah sikap dan hanya fokus ke PSIM Jogja,” ujarnya di saat berbuka puasa bersama antara manajemen PSIM dengan elemen suporter di Monumen PSSI, Rabu (15/5). Pada buka puasa tersebut, hadir perwakilan supporter dari Brajamusti dan Maident.

Kepada supporter, Bambang meminta untuk mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada suporter PSIM. Karena dia sudah merasakan dampaknya. Sejauh ini manajemen cukup kesulitan mengajukan izin bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA) akibat perilaku para pendukung pada musim-musim sebelumnya.

Saat ini manajemen sedang mengupayakan izin pemakaian SSA untuk berujicoba melawan Timnas U-23 2 Juni nanti. Dengan disaksikan penonton.

Dalam kesempatan itu, pria yang juga pialang saham ini mengumumkan, pekan depan (21/5), skuad PSIM Jogja direncanakan akan kembali ke Jogja. Mereka menyelesaikan pemusatan latihan di Hambalang Bogor dan akan diteruskan di Jogja. “Semua kegiatan PSIM sudah akan dilakukan di Jogja. Semoga menjadi kabar baik bagi kita semua,” katanya.

Setibanya di Jogja, para pemain belum akan menempati mes di Wisma PSIM di Baciro, karena masih direnovasi. Mereka nantinya akan tinggal di mes yang terletak kawasan Suryodiningratan, Jogja. Sedangkan untuk lapangan latihan, manajemen belum menentukan. Pilihannya antara lapangan AAU dan Semail yang ada di Bantul.

Sementara itu Sekjen Brajamusti Niko Angga berharap manajemen dapat menghadirkan para pemain di tengah suasana Ramadan. Sehingga, ada kedekatan antara pemain dan para suporter. “Tentu kami ingin melihat pemain kami lebih dekat dalam suasana yang lebih sederhana sebelum skuad di-launching,” katanya. (bhn/pra/er)