JOGJA – Sepi terlihat di lingkungan Rumah Pengasuhan Anak (RPA) Wiloso Projo di Jalan Gowongan Lor, Rabu (15/5). Saat itu memang anak-anak didik kebanyakan masih bersekolah. Selama Ramadan ini, apa saja kegiatan di sini ?

WAHYU TRIHATMOKO, Jogja

Siang itu, terlihat beberapa anak didik berlatih sari tilawah di Mushola RPA. Kegiatan tersebut dilakukan untuk persiapan mereka menghadiri acara berbuka puasa bersama di Balai Kota Jogja beberapa hari mendatang.

Kepala RPA Wiloso Projo Ari Arif, mengungkapkan ada berbagai kegiatan untuk anak didik selama Ramadan iin. Yang rutin adalah mengaji bersama, salat berjamaah, dan kajian-kajian yang lain.”Ini rutin dilakukan setiap Ramadan tiba,’’ ujarnya.

Menurut Arif, ada sekitar 27 anak didik di RPA Wiloso Projo ini. Usia  mereka rata-rata belasan tahun. Mayoritas duduk di bangku SD, SMP, dan SMK. RPA Wiloso Projo merupakan Unit Pelaksana dari Dinas Sosial Kota Jogja. Mereka menampung anak-anak telantar dan anak kurang. Mereka mampu dibina dan dididik dari segi akhlaq, kemampuan agama, dan budi pekerti.”Selain akhlaq, anak juga dibekali dengan keterampilan di sini,” ucapnya.

Keterampilan seperti mendaur ulang sampah menjadi kerajinan dan keterampilan lainnya, juga diajarkan di sini. Beberapa anak juga berprestasi di bidang non akademik di sekolah.”Ada yang ikut tonti (peleton inti, Red). Jadi pulangnya bisa sampai malem,” tambah Ari.

Kebanyakan anak didik RPA merupakan remaja dari Kota jogja yang telantar dan berasal dari keluarga kurang mampu. Berbagai sebab mereka ditampung di RPA ini. “Anak itu tidak ada yang nakal. Cuma di usia mereka ingin menunjukkan jati diri mereka,” ungkap Ari.

Mintastuti, staf RPA menambahkan pertemuan pihak RPA dan orang tua anak didik juga dilakukan untuk menjalin silaturahmi. Anak-anak di sini seperti dibina dari segi akhlaq, untuk mempersiapkan mereka kelak jika kembali ke lingkungan keluarga aslinya. “Di sini bekerja memakai hati. Semua anak kami didik seperti anak sendiri,” ucap Mintastuti. (din/by)