SLEMAN – Kondisi Bendung Klontongan di Desa Sendangtirto, Berbah, rusak parah. Kerusakan sudah terjadi sejak 2018. Warga sudah melancarkan protes ke pemerintah. Namun belum juga diperbaiki Pemkab Sleman.

Pantauan di lokasi, bendung tidak berfungsi maksimal. Pada sisi barat, tanggul bendung ambrol hanyut terbawa arus. Membentuk aliran air baru dan menggerus lahan pertanian warga.

Lantai bendung juga rusak. Air menjebol dasar bendung. Pada sisi timur, kondisinya tidak jauh berbeda. Tanggul mulai longsor.

Di sisi timur, ada satu saluran irigasi yang dimanfaatkan warga. Baik untuk perikanan maupun pertanian. Namun dengan kerusakan itu, membuat saluran irigasi tidak dapat difungsikan.

Salah seorang warga Dusun Noyokerten, Sendangtirto, Berbah, Sutarno, 41 tahun, mengatakan, kerusakan Bendung Klontongan terjadi sejak 2018. “Dampaknya, sawah dan kolam kering,” kata Sutarno, Kamis (16/5).

Kerusakan awal, kata Sutarno, terjadi lantaran dasar bendung tidak kuat menampung air. Lama kelamaan menggerus dasar bendung dan merembet ke bagian bendung lain.

Padahal, sebelumnya warga secara swadaya telah membenahi bendung tersebut. Dengan meminta bantuan bronjong ke pemerintah.

“Namun saat hujan, sisi barat tidak kuat menahan dan bronjong hanyut. Yang paling parah memang bagian barat. Tapi sisi timur ada saluran irigasi, namun karena rusak, air tidak bisa mengalir,” kata Sutarno.

Dengan rusaknya bendung tersebut, lima dusun terdampak kekeringan. Yaitu Noyokerten, Kadipolo, Karanganyar, Tampungan, Maredan, dan Gambiran.

Sutarno berharap pemerintah segera menangani kerusakan bendung tersebut. “Karena vital, saya harap segera ditangani,” ungkap Sutarno.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sapto Winarno mengatakan, perbaikan bendung tersebut sudah dianggarkan di APBD 2019. Namun proses pengerjaannya menunggu lelang.

“Menunggu proses lelang ulang. Karena lelang kemarin gagal,” kata Sapto.

Proyek pengerjaan Bendung Klontongan telah tayang di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan pagu anggaran Rp 6,7 miliar. Sapto meminta masyarakat bersabar.

“Harapannya, Juni 2019 sudah ada pemenang lelang. Dan segera melakukan proses perbaikan,” janji Sapto. (har/iwa/er)