SLEMAN – Menjelang Idul Fitri, biasanya kebutuhan daging ayam dan telur ayam meningkat. Akibatnya, harga ikut naik.

Memastikan stok daging ayam dan telur ayam cukup memenuhi Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Sleman dan Tim Pengendali Inflasi Derah (TPID) melakukan pantauan di dua tempat. Bupati Sleman, Sri Purnomo (SP) memastikan, stok dua komoditi itu aman untuk dua bulan ke depan.

“Stok daging ayam dan telur ayam saya lihat aman sampai dua bulan ke depan,” kata SP (16/5).

Dia meminta masyarakat berbelanja daging dan telur dengan wajar. Secukupnya. Tidak perlu memborong. Karena, kalau disimpan lama, kualitasnya menurun.

Masyarakat tidak perlu khawatir lonjakan harga. Jika ada kenaikan harga, tidak akan terlalu tajam. “Memang mendekati Idul Fitri akan ada kenaikan harga. Untuk saat ini, semua harga stabil,” kata SP.

Kepala Biro Perekonomian, dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah DIJ, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, memang ada kenaikan harga. Namun masih stabil.

“Seperti telur, harga di distributor Rp 18 ribu per kg. Sampai pedagang Rp 23 ribu. Masih wajar,” kata Dwipanti.

Dibanding 2018, ketersediaan daging ayam dan telur ayam sangat mencukupi. Harga diklaim stabil. “Di Sleman, saya lihat sudah sangat cukup (stoknya),” kata Dwipanti.

Untuk harga bahan pokok di Sleman masih stabil. Harga daging ayam broiler tingkat pedagang Rp 32.800 per kg. Sedangkan harga telur di tingkat pedagang Rp 22.800 per kg. “Masih stabil,” kata Dwipanti. (har/iwa/by)