BANTUL – Ombak Samudera Hindia seminggu terakhir sangat tinggi. Karena membahayakan, nelayan Pantai Depok, Kecamatan Kretek, Bantul pun libur melaut hingga Kamis (16/5).

Salah seorang nelayan setempat, Sudarmo, 56 tahun, mengatakan, tingginya ombak di Pantai Depok menganggu mata pencahariannya sebagai pencari ikan. Dia belum berani melaut.

Dikatakan, hanya sekitar empat nelayan yang berani melaut. Padahal cukup membahayakan. Nelayan lainnya memilih menanggalkan perahunya untuk sementara waktu.

Sudarmo mengisi waktu dengan membersihkan jaring dan memperbaiki mesin perahu miliknya. Langkah itu dia lakukan agar bisa digunakan saat ombak sudah cukup bersahabat.

“Seminggu memang anginnya lagi kencang. Mau ke laut takut. Paling cuma beberapa saja yang berani melaut. Saya memilih ganti oli (mesin kapal) dan membersihkan jaring,” ujar Sudarmo.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Sudarmo untuk sementara beralih profesi. Dia memilih menjadi pemetik kelapa dan bertani.

Nelayan lain, Saputra, 29 tahun, mengaku nekat melaut. Namun dengan tetap melihat kondisi ombak. Walau ombak tinggi, menurut dia, tetap ada celah yang aman untuk mencari ikan.

“Yang penting menunggu ombak agak tenang. Ketika tenang, langsung berangkat,” kata Saputra.

Pria asal Cilacap, Jawa Tengah tersebut mengatakan, angin kencang dan ombak tinggi berdampak pada hasil tangkapan. Dalam sehari dia hanya menangkap ikan tiga kg saja. Berbeda saat ombak tenang, dia menangkap ikan hingga delapan kg per hari.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan, angin kencang dan ombak tinggi diprediksi segera berakhir.

“Untuk satu minggu ke depan, gelombang laut kami prediksi normal. Tingginya kurang dari 2,5 meter,” kata Sigit. (cr5/iwa/er)