JOGJA – Sejumlah agenda telah disiapkan manajemen PSIM Jogja setelah sekembalinya dari pemusatan latihan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Salah satunya yakni menggelar laga uji coba bersama Tim Nasional U-22 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, 2 Juni mendatang.

Namun, tampaknya para pendukung Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja harus siap-siap kecewa. Sebab, laga uji coba dengan anak asuh Indra Sjafri tersebut terancam tanpa penonton. Alasannya, sejauh ini belum ada lampu hijau dari Pemkab Bantul untuk memberikan izin laga tersebut bisa disaksikan oleh penonton.

CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto menjelaskan pihaknya masing mengupayakan laga tersebut bisa disaksikan oleh para pendukung. Terlebih lagi, rencananya laga tersebut akan digelar pada malam hari. ”Penting bagi kami dan para suporter untuk mengawal perizinan. Sejauh ini kami masih terkendala perizinan dari Pemkab,” kata Bambang.

Dijelaskan untuk pihak aparat keamanan sendiri sebenarnya telah memberikan lampu hijau dilangsungkannya laga tanpa penonton. Namun, keputusan akhir ada di tangan Bupati Bantul Suharsono selaku pemegang kebijakan pegelolaan stadion. ”Kalau Pak Bupati tidak memberikan izin kita harus hormati. Karena keputusan ada ditangan beliau,’’ jelasnya.

Namun dia berharap  izin bisa keluar. Karena ini momen yang sangat tepat bagaimana masyarakat di Jogjakarta menyaksikan laga tim kesayangan dengan timnas bermain.

Andaikan Pemkab Bantul memberikan lampu hijau adanya penonton, Bambang mewanti-wanti kepada para supporter untuk menjaga kondusifitas keamanan di dalam dan di luar stadion. Karena, laga uji coba tersebut akan menjadi ujian bagi suporter PSIM untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim ini. ”Kalau sampai ada kericuhan, ke depan kami semua akan mengalami kesulitan,” harapnya.

Sebelum kembali ke Jogja, Ichsan Pratama dkk pun akan menjalani laga uji coba kontra Cilegon United, di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Laga tersebut, rencananya akan disiarkan melalui streaming. ”Dengan harapan masyarakat yang ada di Jogja bisa melihat penampilan skuad PSIM meski bermain di Jakarta,” jelasnya. (bhn/din/zl)