JOGJA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogja menyiapkan delapan kereta api tambahan guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini.

Kereta tambahan tersebut untuk jurusan Solo-Jakarta dengan KA Argolawu dan KA Argodwipangga; Jogja-Jakarta (KA Taksaka); Solo-Bandung (KA Lodaya); dan Solo-Surabaya (KA Sancaka).

Kedelapan rangkaian kereta tambahan akan beroperasi pada 26 Mei-16 Juni. “Jadi total ada 20 kereta reguler ditambah delapan rangkaian itu,” jelas Kepala Humas PT KAI Daop 6 Jogja Eko Budiyanto, Kamis (16/5).

Dengan tambahan rangkain kereta Lebaran masyarakat tak perlu cemas kehabisan tiket mudik maupun balik.

Eko tak memungkiri adanya kasus pemudik tak kebagian tiket. Ini seolah telah menjadi langganan masalah setiap Lebaran. Kendati demikian, Eko mengimbau masyarakat membeli tiket hanya di loket-loket resmi PT KAI. Maupun agen resmi atau website PT KAI. Hal itu guna mengantisipasi kejahatan penipuan. Untuk pembelian tiket langsung di stasiun, Eko menjamin tak ada praktik percaloan.

“Kalau ada calo tiket pasti abal-abal,” ingatnya. “Jangan percaya pada orang yang mengaku bisa mengusahakan tiket. Sebab tiket kami jual bebas dengan mudah,” lanjutnya.

Lebih lanjut Eko mengatakan, para calon penumpang kereta api biasanya berebut tiket jauh hari sebelum libur Lebaran. Supaya tak kehabisan. Tak sedikit pula yang membeli lebih dari satu tiket per orang untuk kereta dan keberangkatan yang berbeda. Meskipun belakangan tak sedikit pula yang melakukan pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan. Untuk disesuaikan dengan libur Lebaran.

Hal itulah yang ditengarai menjadi penyebab sebagian orang tak kebagian tiket kereta api. “Makanya pastikan dulu jadwal keberangkatannya, baru beli tiket. Pastikan dulu jadwal liburnya,” tutur Eko.

Adapun tiket kereta reguler telah ludes karena dijual 90 hari sebelum tanggal keberangkatan. Sedangkan tiket kereta api tambahan dijual sejak awal puasa lalu. Atau sebulan sebelum Lebaran. Sebagian rangkaian sudah terisi penuh. Terutama di tanggal-tanggal favorit jelang Lebaran. Yakni pada H-3 (2/5) atau H-2 (3/5) Lebaran. Selain itu masih ada tiket tersisa.

Untuk arus balik Jogja-Jakarta tiket terjual sekitar 50 persen. KA Taksaka pagi menjadi yang terlaris untuk arus balik. Tiket untuk keberangkatan 8-12 Juni sudah ludes. Satu rangkaian kereta terdiri atas delapan gerbong. Tiap gerbong 50 kursi.

Sementara itu, sedikitnya 4.905 orang diperkirakan mudik lewat Stasiun Kutoarjo. Puncak arus mudik diprediksi pada H-5 Lebaran atau (31/5). Perkiraan jumlah penumpang tersebut belum termasuk kereta api lokal. “Total dengan penumpang kereta api lokal sedikitnya bisa mencapai 6.500 orang di Kutoarjo,” ungkap Kepala Stasiun Kutoarjo Satrio Andri Nugroho.

Untuk antisipasi lonjakan penumpang PT KAI Daop 5 Purwokerto  menyiapkan lima kereta api tambahan. Yakni KA Kutojaya Utara dan KA Sawunggalih jurusan Kutoarjo-Pasar Senen, Jakarta dan KA Kutojaya Selatan rute Kutoarjo-Kiara Condong, Bandung. Sedangkan untuk arus balik disiapkan tambahan KA Kutojaya Selatan Lebaran. (cr15/udi/yog/fj)