SLEMAN – Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menyesalkan kericuhan saat laga pembuka kontra Arema FC Rabu malam (15/5). Lantaran PSS Sleman bisa mendapatkan sanksi tanpa penonton pada pertandingan berikutnya.

”Kalau ada sanksi dari federasi tanpa penonton, akan mengganggu,” ucap Seto.

Kekhawatiran Seto itu cukup masuk akal. Penampilan luar biasa Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman-di antaranya faktor suporter. Terutama, saat skuad PSS bermain di Maguwo International Stadium (MIS). Bahkan, Slemania dan BCS (Brigata Curva Sud) seperti pemain kedua belas bagi Super Elja.

”Kalau tidak datang ke stadion (suporter mendukung) bisa dengan doa,” harapnya.

Dari itu, Seto berharap kejadian serupa tak terulang. Toh, kericuhan tidak hanya merugikan skuad PSS. Lebih dari itu, juga suporter.

”Suporter harus bisa bersikap dewasa menyikapi provokasi,” pesannya.

Kapten PSS Sleman Bagus Nirwanto juga punya harapan serupa. Dia berpesan agar suporter bisa menjaga citra PSS Sleman yang dikenal dapat menyambut baik pendukung tim lawan. Itu, antara lain, terlihat saat PSS Sleman menjamu Persija Jakarta dalam Piala Presiden. Slemania maupun BCS bisa akur dengan suporter Persija, The Jakmania.

”Jangan sampai ada lagi kesalahan seperti tadi,” pesannya. (cr10/zam/fj)