MAGELANG – Masyarakat diminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta berhati-hati dalam proses sewa-menyewa lahan yang ditempati, baik untuk rumah tinggal maupun usaha. Ini karena ada beberapa pihak berkedok pribadi maupun yayasan, menyewakan milik KAI dengan tanah itu milik trah tertentu maupun atas nama perusahaan abal-abal. Dampaknya, KAI mengaku rugi miliaran rupiah.

“Masyarakat harus berhati-hati. Terutama di daerah Magelang dan Temanggung, karena banyak oknum yang mengatasnamakan PT KAI kemudian menyewakan lahan, baik atas nama trah atau perusahaan,” kata Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto, di Kantor PNA dan Aset KAI Magelang, kemarin.

Disebutkan, salah satu pihak yang melakukan tindakan melawan hukum itu adalah Suryono, warga Kelurahan Walitelon Selatan, Temanggung. Mantan pegawai outsourcing KAI ini pun sebenarnya telah diproses secara hukum dan dinyatakan bersalah oleh PN Temanggung pada 15 Mei 2019.  Karena yang melakukan tindak penipuan dengan modus menyewakan aset PT KAI, pada Desember 2017 lalu.

“Harapannya, dengan kita memberitahu masyarakat agar berhati-hati dan mau memberi laporan kepada kami (PT KAI) bisa mengungkap kasus-kasus penipuan yang lain. Mengingat aset PT KAI sangat banyak dan sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” tutur Eko

Ditambahkan Manager Hukum PT KAI Daop 6 Y Wismi Ariyanti, vonis PN Temanggung terhadap Suryono bermula ketika Senior Manager Penjagaan Aset KAI Daop 6 Desra Hidayat menerima laporan dari tim aset. Laporan berisi, Gedung Juang Temanggung diduduki Suryono dengan atas nama Yayasan Trah Ratu Kedaton PB VIII Surakarta.

“Padahal gedung yang merupakan Stasiun Temanggung (non-operasi) ini masih disewa Pemkab Temanggung hingga tahun 2019. Menerima laporan itu, kami langsung koordinasi dengan Pemkab Temanggung,” jelasnya.

Dari penjelasan Pemkab Temanggung, lanjut Wismi, gedung itu masih disewa untuk Kantor Pepabri Temanggung. Pemkab sendiri telah membangun Kantor Pepabri yang baru. Namun pada saat transisi kepindahan ke kantor baru, datang seseorang meminta kunci Gedung Juang ke penjaga gedung.

“Karena takut, penjaga yang dari pemkab itu menyerahkan kunci tersebut. Lalu tim kami mengecek ke Gedung Juang dan ternyata di dalamnya terdapat peralatan kantor dan dokumen-dokumen sewa aset tanah milik KAI,” ujarnya.

Atas temuan itu, PT KAI melapor ke Polres Temanggung yang dilanjutkan mengamankan dokumen-dokumen itu dan Suryono. “Tim kami dipanggil Polres untuk mengecek dokumen itu dan melihat Suryono. Hampir 2/3 dokumen itu milik KAI, sisanya milik Suryono. Kami temukan juga ada 62 penyewa aset KAI berpindah sewa ke Suryono tanpa seizin dan sepengetahuan KAI,” ungkapnya.

Wismni menyebutkan, 62 penyewa ini berada di Kelurahan Sidorejo dan Kranggan, Temanggung. Nilai sewa bervariasi dengan nominal terkecil Rp 5 juta untuk masa 10 tahun. Luasan tanah yang disewakan pun bervariasi, terkecil seluas 238 m2.

“Dari perbuatan Suryono ini, KAI mengalami kerugian sekitar Rp 1,9 miliar. Suryono dinyatakan bersalah melanggar Pasal 385 Ayat 4E dengan vonis hukuman 2 tahun penjara. Atas putusan ini, meski ada waktu incrach untuk terdakwa, kami merasa lega. Ini jadi pembelajaran dan informasi ke masyarakat agar berhati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan KAI dalam hal sewa menyewa aset kami,” tandas Wismi. (dem/laz/rg)