JOGJA – Destinasi wisata Tebing Breksi mungkin tak lagi asing di telinga kita. Tapi ada yang baru di sana, yakni hadirnya Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Dengan fasilitas baru ini, wisatawan bisa berbelanja aneka hasil UMKM.

Sebagai destinasi wisata, Tebing Breksi terus dipoles dan ditingkatkan fasilitasnya. Mulai dari ornamen dinding yang artistik, fenomena matahari terbit, hingga spot-spot foto yang dibuat dari bambu dengan aneka ragam dekorasi, seperti bunga-bunga dan karakter.

“Sebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi yang terletak di Desa Sambirejo  sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan,” ujar Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat meresmikan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tebing Breksi, belum lama ini.

Kehadiran tebing sebagai salah satu lokasi tempat wisata memang layak dikunjungi. Dari berbagai ornament yang berada di sana, yang paling terkenal adalah ukiran Naga dan tokoh pewayangan.

“Saat ini, pengunjung biasa memanfaatkannya dengan berswafoto. Tak hanya berpusat di ornamen, pengujung juga dapat menikmati keindahan matahari terbenam nan cantik di lokasi ini,” tandas bupati.

Terbaru, seiring dengan dibangunnya Balkondes, pengunjung tak hanya bisa menikmati pemandangan alam, juga berbelanja. Beragam hasil UMKM dan oleh-oleh khas Sleman dan DIJ, mulai ditawarkan di sini, ada kerajinan, produk textile, makanan, dan minuman.

Selain itu, Taman Tebing Breksi ini juga dilengkapi penginapan, resto, dan balai desa berbentuk Joglo yang dapat digunakan untuk berbagai acara, seperti meeting, pernikahan, dan lain sebagainya.

Untuk menikmati panorama di sini pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5000/orang, parkir sepeda motor Rp 2000 dan mobil/bus Rp 5000. “Ke depan lokasi ini akan kami arahkan ke konsep digital. Sehingga apapun yang berkaitan dengan pembayaran, mulai dari tiket masuk, bayar jeep, pujasera, meeting room, dan penginapan, semuanya akan dilayani secara digital,” pungkas bupati. (met/jko)