PUROWOREJO – Rasa ingin tahu akan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo meningkatkan angka kunjungan ke Stasiun Wojo yang saat ini menjadi stasiun pendukung beroperasinya bandara baru itu. Setiap hari ada saja warga bukan pengguna pesawat terbang memanfaatkan kereta bandara untuk sekadar melihat dari dekat YIA.

Dan hari libur, Minggu (19/5) menjadi hari yang paling banyak digunakan masyarakat untuk bepergian, walaupun di bulan puasa. Cukup panjang jeda waktu yang ada bagi masyarakat untuk ke bandara dari kedatangan hingga keberangkatan kembali kereta.

Hartati, 53, warga Jogjakarta mengungkapkan ia baru kali pertama menggunakan kereta bandara. Rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap bandara menjadikannya mengajak anak dan cucunya naik kereta. “Ingin tahu saja, apalagi ada kereta khusus,” katanya.

Hanya karena masih minimnya informasi mengenai jam keberangktan kendaraan Damri menjadikannya memilih tinggal di stasiun. Dia rela menghabiskan waktu hingga dua jam untuk bertahan di ruang tunggu stasiun itu. “Saya takut nanti ketinggalan kereta. Jadi tidak ke bandara,” tambahnya.

Pantauan Radar Jogja di Stasiun Wojo di siang hari menunjukkan adanya aktivitas dalam layanan Damri bandara. Ada dua unit Damri yang menurunkan penumpang untuk bergeser keluar dari kompleks stasiun.

Kepala Stasiun Wojo Tauvik Bayu Kurniawan mengungkapkan,  kereta bandara lebih mirip dengan kereta wisata. Banyak masyarakat umum yang memanfaatkan kendaraan itu untuk mengunjungi bandara.  “Kalau hari biasa tidak banyak. Tapi kalau hari minggu, ya lumayan banyak,” kata Tauvik.

Saban hari, satu rangkaian kereta bandara yang berhenti paling banyak menurunkan sekitar 30 orang. Dan di hari lbur, seperti halnya kemarin, penggunanya mencapai 100 orang lebih.

Menurutnya, kereta berangkat dari Stasiun Maguwo, Jogjakarta sampai di Stasiun Wojo sekitar pukul 11.30. Kereta akan menunggu penumpang kembali lagi ke stasiun kurang lebih dua jam, di mana pukul 14.00 akan kembali berangkat ke Jogjakarta. (udi/laz/fj)