SLEMAN – Mudik Lebaran akan segera tiba. Di Jogjakarta masih berlangsung pembangunan infrastruktur. Diprediksi, hingga Lebaran usai, pengerjaannya belum kelar. Beberapa lokasi akan terjadi penumpukan kendaraan.

Demikian dikatakan Dewan Peneliti Pusat Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Arif Wismadi. Pembangunan infrastruktur memengaruhi arus mudik.

Selain itu, yang harus diantisipasi juga adalah dampak dari beroperasi dan tersambungnya jaringan tol Jawa. “Jalan tol itu yang akan mengalirkan arus mudik pada ruas-ruas yang terhubung,” kata Arif Minggu(19/5).

Dikatakan, jalan tol memudahkan pemudik pulang ke kampung. Memunculkan persepsi kemudahan penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik. “Hal itu akan berpengaruh pada tingginya arus kendaraan pemudik,” ujar Arif.

Yang perlu diantisipasi, saat kendaraan pemudik mencapai wilayah Jogjakarta. Baik sebagi perlintasan maupun tujuan. Lonjakan volume kendaraan akan terjadi di jalan yang kapasitasnya menurun akibat permbangunan.

“Beberapa lokasi yang kritis adalah (pembangunan underpass) Simpang Empat Kentungan dan Jalan Gito Gati,” ungkap Arif.

Untuk Jogja sisi utara ini, kata Arif, harus ada perhatian khusus. Selain rekayasa lalu lintas yang sifatnya antisipatif, informasi kondisi dan gangguan lalu lintas serta alternatif jalur harus disediakan. “Penyebaran informasi formal melalui sosial media cukup membantu,” kata Arif.

Di era modern, banyak aplikasi pemandu rute bisa menjadi solusi para pemudik menentukan jalur mudik. Namun sistem yang ada belum andal menginformasikan kapasitas atau lebar jalan.

“Untuk pemudik yang tidak tahu lapangan dengan pilihan rute tercepat, mungkin akan terbawa pada area jalan yang sempit melalui persawahan dan kampung,” ingat Arif.

Jaringan jalan dalam kota, informasi perubahan buka-tutup jalan sering belum masuk aplikasi pemandu rute. Hal itu disebabkan karena cepatnya perubahan rekayasa lalu lintas dengan cara buka-tutup ruas jalan. “Hal ini memengaruhi kepadatan dan kemacetan,” ujar Arif.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Sulton Fatoni memprediksi, arus kendaraan mudik masuk Sleman 31 Mei 2019. Bertepatan dengan libur panjang Lebaran. “Baik kendaraan yang hanya melintas atau Sleman sebagai tujuan,” kata Sulton.

Pihaknya telah memetakan jalur yang rawan terjadi kemacetan. Biasanya kemacetan terjadi di Simpang Empat Denggung, Pasar Gamping, dan Simpang Bandara Adisutjipto.

“Kami menyiapkan jalur alternatif. Kalau Simpang Empat Kentungan akan ada manajemen khusus ” kata Sulton.

Jalur alternatif, dari Magelang ke Klaten lewat Tempel belok ke kiri menuju Pakem, ke Cangkringan sampai Prambanan. Atau dari Tempel belok kanan melewati Klangon hingga Jalan Wates.

“Jika tidak mampir Sleman atau Kota Jogja, kami arahkan tidak menggunakan jalur menuju tengah kota. Kami sudah siapkan rambu,” katanya. (har/iwa/er)