MAGELANG – Sejumlah hotel dan tempat karaoke di Kota Magelang menjadi sasaran operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan Satpol PP setempat, Sabtu (18/5) malam. Dalam operasi ini  diciduk tiga pasangan tidak resmi, satu orang tidak membawa identitas, dan satu orang kedapatan mengonsumsi minumal beralkohol (mihol).

“Razia ini dalam rangka cipta kondisi di bulan Ramadan. Kami memang hanya menerjunkan Satpol PP saja tanpa pasukan gabungan dari Polres maupun TNI,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana kemarin.

Operasi yang dimulai sekitar pukul 20.00 itu dengan bergerak ke Hotel Safari di Magelang Utara. Namun petugas tidak menemukan satupun pasangan tak resmi ataupun pelanggar administrasi kependudukan.

Mereka kemudian menuju Hotel Barata dan mendapati dua pasangan tak resmi di kamar 202 dan kamar 206. Ironisnya, ada anak kecil yang ikut berada di dalam kamar. Karena kedua pasangan ini tidak bisa menunjukan dokumen resmi pernikahan dan alamat KTP berbeda, petugas tetap membawa kedua pasangan ke kantor.

Petugas kemudian bergerak menuju Hotel Wijaya di Magelang Tengah. Kali ini petugas mendapati satu tamu hotel yang kedapatan sedang mengonsumsi dua botol mihol. Petugas pun langsung mencokoknya.

Operasi dilanjutkan menuju Hotel Ardhiva, didapati satu pasangan tak resmi dalam satu kamar.  “Awalnya kadua pasangan ini mengaku merupakan pasangan suami istri siri secara agama. Bahkan sang laki-laki menunjukkan dokumen pernikahan secara agama Islam di hadapan kiai khos, yang diambilnya dari dalam mobil mewahnya bermerk Toyota Camry,” tutur Singgih.

Penyisiran petugas berakhir di tempat Karaoke Nav, Jalan Pemuda Kompleks Pecinan. Namun petugas tidak mendapati penyalahgunaan mihol dan para pengunjung membawa identitas.

Singgih mengatakan, ketiga pasangan ini merupakan pemain baru dan hanya diberikan pembinaan serta mengisi surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. “Untuk satu orang yang kedapatan mengonsumsi miras, akan kami limpahkan tipiring,” tandasnya. (dem/laz/fj)