JOGJA – Sebanyak 75 atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ 2019 masih bermasalah secara administrasi. Nasib mereka akan ditentukan dalam rapat bersama Kominte Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ dan KONI kabupaten/kota yang digelar Jumat (25/5) mendatang.

Ketua Panitia Porda DIJ 2019 Rumpis Agus Sudarko menejelaskan panitia mendapat laporan dari kontingen peserta. Setelah dilakukan verifikasi, didapati jumlah tersebut. ”Kami baru selesai proses verifikasi,” terang Rumpis, Senin (20/5).

Diprediksi, jumlah atlet bermasalah secara administrasi bisa bertambah setelah rapat bersama antara KONI DIJ dan KONI kabupaten/kota. Sebab, temuan atlet bermasalah tersebut baru berdasarkan verifikasi KONI DIJ.

Laporan kontingen terhadap atlet yang bermasalah lebih pada data diri yang membingungkan. Laporan yang diterima pihaknya jumlahnya cukup besar mencapai 600 atlet. ”Yang diadukan sebanyak itu, tapi setelah ditelaah hanya 75 atlet saja yang bersamalah,” terangnya.

Pihaknya, nanti akan menjelaskan kepada peserta rapat sesuai data entry by name. Dan dipastikan mereka akan menanyakan data atlet yang dipermasalahkan tersebut.”Kami sudah siap menjelaskan,” jelasnya.

Nama ke-75 atlet yang terindikasi bermasalah nantikan akan dikirimkan bersama undangan rapat pleno KONI. Setelah rapat pleno KONI, bisa menemukan titik terang keberadaan atlet-atlet yang bermasalah.

Namun, jika masih ada anggota yang tidak puas, KONI DIJ akan langsung memberikan formulir untuk membawa kasus ke Badan Abritase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) daerah. ”Keputusan yang muncul dari BAORI daerah, sifatnya mengikat. Kalau sah ikut Porda, jika dianggap tidak sah, ya dicoret,” tandasnya. (bhn/din/zl)