SLEMAN – PT Angkasa Pura (AP) I, Bandara Adisutjipto memusnahkan 2.779 barang terlarang (prohibited item) yang dibawa penumpang pesawat. Pemusnahan dilakukan di Lapangan NDB, AP I, Senin (20/5).

Barang bawaan yang tergolong prohibited item tersebut berdasarkan Peraturan Meneteri Perhubungan PM 80/2017. Yakni tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

General Manager AP I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menjelaskan, ribuan barang prohibited item tersebut hasil sitaan Januari-Maret 2019. Sesuai aturan, prohibited item tersebut harus disita atau dimusnahkan.

“Barang yang dilarang, di antaranya dangerous article, dangerous goods, weapon, dan explosive,” ujar Agus Pandu.

Pemusnahan prohibited item sebanyak 2.779 tersebut terdiri dari 1.362 dangerous article (gunting, pisau, dan obeng). Selanjutnya, 974 dangerous goods (korek gas dan korek kayu). Sebanyak 117 buah liquid, aerosol dan gel. Serta 326 buah power bank.

Agus Pandu mengatakan, pemusnahan merupakan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan penerbangan. Berdasarkan UU 1/2009 tentang Penerbangan, semua penumpang, personel pesawat udara, bagasi, kargo, dan pos yang akan diangkut, harus dilakukan pemeriksaan dan memenuhi syarat keamanan penerbangan.

Pemeriksaan ini, kata Agus Pandu, merupakan komitmen dalam upaya menangkal masuknya barang terlarang. Juga untuk mewujudkan penerbangan yang bedasar pada 3S+C (security, safety, service, compliance).

“Kami berharap pemusnahan ini dapat mengedukasi masyarakat. Agar memerhatikan komponen penting terkait keselamatan dan keamanan penerbangan,” harap Agus.

Senior Manager Airport Security and Safety, Muhammad Nazir menjelaskan, barang-barang yang disita di bandara bisa diambil kembali oleh penumpang. Jangka waktunya sebulan.

Jika dalam jangka waktu tersebut tidak diambil, maka sesuai aturan, barang tersebut akan dimusnahkan. “Kami beri tanda terima dan beri waktu satu bulan. Pengambilannya bisa diambil sendiri atau diambilkan teman atau orang tua,” kata Nazir.

Khusus power bank, Nazir menjelaskan, sesuai Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara 15/2018 tentang Ketentuan Membawa Baterai Portabel (Power Bank) dan Baterai Lithium Cadangan pada Pesawat Udara terdapat tiga ketentuan. Pertama, untuk power bank dengan kapasitas maksimal 20 ribu MaH diperbolehkan dibawa ke kabin maksimal dua buah. Dengan catatan, selama penerbangan tidak dioperasionalkan.

Kedua, power bank berkapasitas 20 ribu MaH hingga 32 ribu MaH. Penumpang hanya boleh membawa maksimal dua buah. Dan harus mendapat persetujuan dari maskapai. Ketiga, power bank dengan kapasitas lebih dari 32 ribu MaH, dilarang dibawa. (har/iwa/zl)