Percayalah. Meraih kekuasaan dengan cara bermoral menuai hasil baik. Proses tidak  mengkhianati hasil. Ketika strategi mendapatkan kekuasaan dilakukan dengan  jujur dan adil.   Maka kekuasaan yang digenggamnya  membawa berkah.

Keberkahan itu hadir. Karena kekuasaan  diraih dengan jalan lurus menjadi kekuatan pemimpinmenjalankan kapal kekuasaan merasa nyaman, tidak ada beban, dan fokus memperjuangkan agar para penumpang selamat sampai tujuan. Pencapaian tersebut, karena dilandasi  proses pemilihan pemimpin menggunakan pondasi aturan main yang berlaku.

Berkah lain dariproses pemilihan pemimpin yang benardapat menghasilkan kualitas pemimpin dipercaya dan didukung oleh para pengikut. Kepercayaan dan dukungan menjadi kekuatan utama pemimpin mengimplementasikan gagasan-gagasan cemerlang. Karena gagasan sehebat apapun pemimpin, tanpa kepercayaan dan dukungan lingkungan, program tak bisa dilaksanakan dengan baik.

Proses berbeda saat pemimpin diusung dengan kecurangan, terjadi ketidakadilan, membunuh karakter pribadi kompetitor, dan menyebarkan hoaks hasilnya berdampak negatif. Mudharat dari proses memperoleh pemimpin penuh dengan keculasan akan terjadi.

Akibat dari pemilihan pemimpin dengan cara yang tidak benar menimbulkan ketidakpuasan para pengikut. Sebelum bekerja saja sudah diprotes kapasitasnya sebagai pemimpin. Pengikut kritis.Karena proses pemilihandiragukankesahihannyamenjadikankualitas pemimpin rendah.

Karena ambisi ingin mendapatkan kekuasaan segala cara ditempuh, tak mempedulikan etika  berdemokrasi, sehingga meminggir orang-orang lain yang memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin. Orang-orang yang punya potensi memimpin  dibunuh oleh  akal busuk dari seseorang yang terlalu bernafsu menikmati syahwat kekuasaan.

Maka kalau para pengikut melawan hasil dari pemimpin yang diproses dengan tahapan yang tak sesuai dengan aturan. Jangan salahkan para pengikut. Sebenarnya para pengikut sekedar mengupayakan  haknya mendapatkan pemimpin lahir dari proses bersih.

Sebenarnya para pengikut sebatas merindukan pemimpin  tumbuh dari ladang-ladang yang ditanam terbebas dari tangan-tangan penebar hama. Sehingga terhindar dari tanaman berbuah  pemimpin  prematur  membikin para pengikut menderita.

Sebenarnya para pengikut hanya memimpikan pemimpin  benar-benar memperhatikan keluh kesah. Bukan pemimpin  memperhatikan para bandar, punggawa, dan barisan tim sukses yang bersama-sama melakukan aksi tipu-tipu mencundangi para pengikut.

Riak-riak mengkritisi proses memilih pemimpin  tak sesuai aturan sudah disuarakan melalui berbagai panggung. Tak ada tanggapan menenangkan gejolak para pengikut. Yang ada justru tekanan. Intimidasi.  Dan ancaman  ditebarkan pada para pengikut.

Berbagai teror menakut-nakuti  para pengikut terus digelorakan oleh pihak-pihak yang tersinggung atas riak-riak itu. Meski teror tak henti-hentinya diledakkan. Realitasnya para pengikut tidak gentar. Sebaliknya. Teror yang diluncurkan menjadi amunisi  memotivasi para pengikut  mengadakan perlawanan.

Gerakan perlawanan para pengikut terlanjur memanas. Keinginan para pengikut melawan, tensinya semakin meninggi. Tak terbendung. Energi perlawanan  mendidih.

Bila energi perlawanan  mendidih. Mohon. Jangan ditanggapi dengan kobaran api amarah. Karena ujung-ujungnya amarah menstimulasi  tindakan  represif. Dan perlakuan  represif  tidak menurunkan motivasi, tetapi memberi energi perlawanan para pengikut kian membara.

Agar tindakan represif tidak dijalankan karena berefek negatif. Ada cara lain lebih arif menghentikan perlawanan para pengikut. Berikan tanggapan  menggunakan logika rasional.  Sertakan bukti-bukti. Bahwa proses pemilihan yang dilakukan sudah sesuai aturan. Sodorkan data.  Kalau setiap tahapan pemilihan telah dilaksanakan selaras dengan prosedur.

Berikan juga tanggapan  transparan. Penyelenggara pemilihan yang dituduh curang bersedia secara terbuka untuk diperiksa keabsahannya.  Sampai pengikut merasa yakin proses  pemilihan berlangsung jujur dan adil. Keyakinan ini yang menghentikan para pengikut melakukan perlawanan. Semoga…!