JOGJA – Sejumlah venue Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2019 dicek kelayakannya. Pengecekan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan KONI Jogja tersebut guna memastikan kesiapan masing-masing venue untuk menggelar pertandingan.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi meminta kepada pemerintah provinsi (Pemprov) DIJ segera menetapkan vanue penyelenggaraan Porda. Sebab, vanue yang diproyeksikan menjadi tempat pertandingan masih ada yang harus diperbaiki. ” Karena kami perlu merehab dan itu memerlukan waktu,” kata Heroe usai meninjau kelayakan GOR Kridosono Selasa (21/5).

Meski waktu penyelenggaraan Porda tinggal beberapa bulan lagi, Heroe yakin proses rehab bisa tepat waktu. Sebab, venue yang butuh perbaikan rata-rata tempat pertandingan terbuka.

Lapangan Minggiran misalnya. Jika lapangan sepak bola tersebut ingin digunakan sebagai tempat pertandingan hoki, diperlukan perataan.. Sedangkan untuk vanue yang rutin digunakan, relatif tidak menemukan masalah. Kalau pun ada perbaikan, menurutnya tidak terlalu signifikan.

Seperti di GOR Kridasono. GOR yang baru saja direhabilitasi di beberapa bagian dipastikan kini bisa dibilang layak untuk menggelar sejumlah pertandingan cabor. “Mungkin yang diperlukan penambahan pendingin ruangan,’’ katanya.

Setelah nanti ditetapkan, Pemkot Jogja akan melakukan pendataan terhadap venue-venue yang perlu perbaikan. Pihaknya, telah mempersiapan besaran anggaran yang digunakan untuk perbaikan.  “Kami konsolidasikan anggarannya. Sebab harus dipilah mana yang diurus provinsi mana yang kami urus,’’ terangnya.

Ketua KONI Kota Jogja Tri Joko Susanto masih menunggu pengda masing-masing cabor untuk melakukan peninjauan. Dari hasil penetapan tersebut, barulah pihaknya bisa bergerak untuk segera melakukan perbaikan. “Kami semaksimal mungkin menjadi tuan rumah mempersiapkan venue dengan baik,” jelasnya.

Selain GOR Kridosono, peninjauan ini juga menyasar Lapangan Karang Kota Gede, Lapangan Minggiran, Sasono Honggil, dan Rama Biliard. (bhn/din/fj)