JOGJA – Skuad PSIM Jogja secara resmi meninggalkan camp latihan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat dan kembali ke kampung halaman di Jogja Selasa (21/5). Sesampainya di Jogja, skuad Laskar Mataram tidak langsung menempati mess mereka yang terletak di kompleks Wisma PSIM Jogja, Baciro.

Sampai saat ini Wisma PSIM Jogja tengah dalam masa renovasi. Untuk sementara, para pemain Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja ditempatkan di mess yang terletak di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Jogja.

Gelandang PSIM Jogja Raymond Tauntu mengaku cukup senang bisa kembali ke Jogja. “Semoga dengan kembalinya ke rumah sendiri bisa meningkatkan motivasi pemain,” kata Raymond.

Mess tersebut, nantinya diperuntukan bagi skuad Laskar Mataran. Namun, untuk Christian Gonzales dan Raphael Maitimo akan ditempatkan di tempat yang berbeda.

Raymon mengatakan selama berlatih di Hambalang,  dirinya telah mendapatkan pengalaman yang berarti. Terutama menyerap pola latihan yang ditempa oleh pelatih Vladimir Vujovic. “Ada peran baru yang harus saya jalani di PSIM. Vlado menginginkan saya bermain lebih mobile dan tidak hanya berperan sebagai gelandang bertahan pasif,” kata Raymond.

Ichsan Pratama dkk nantinya akan berlatih di sejumlah tempat. Lapangan yang telah disiapkan yakni Lapangan AAU, Lapangan Kenari, dan Lapangan Semail, Bantul.

Di bagian lain,  anajemen PSIM Jogja bertekad membenahi pengelolaan penjualan tiket. Rencananya, manajemen siap menerapkan sistem online untuk pembelian tiket.

CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto menyebut sistem online meminimalisasi kebocoran. Dengan begitu, pemasukan ke klub akan lebih optimal.  Rencananya, penerapan tiket secara online ini akan dilakukan saat Laskar Mataram bertemu Tim Nasional U-22 di Stadion Sultan Agung (SSA). Hanya saja, sejauh ini manajemen masih menunggu kepastian laga tersebut bisa digelar dengan dihadiri penonton.”Kalau tidak bisa, baru diterapkan saat kompetisi,” jelasnya.(bhn/din/fj)