JOGJA – Laskar Harokah Islamiyah bersama Forum Umat Islam (FUI) DIY menggelar kegiatan doa bersama dan silaturahmi. Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI di Pesantren Masyarakat Jogja (PMJ) di Kersan, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Senin (20/5). Diikuti oleh perwakilan laskar umat Islam se-DIY.

Pimpinan Laskar Harokah Islamiyah Ustadz Budi Santoso mengingatkan untuk senantiasa menahan diri. Jangan mudah terpancing emosi yang bisa merusak kerukunan. Tetap jalin ukhuwah di lingkungan masing-masing. Dia berharap pemilu jangan sampai menjadikan sesama muslim mudah terpancing emosi, yang bisa merusak kerukunana.

“Menyikapi kondisi yang ada, kami meminta seluruh masyarakat Jogja untuk menjaga kondusifitas dan jangan sampai terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ustadz Budi berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi. Serta tetap menjaga keamanan wilayah Jogjakarta. Termasuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu liar yang hanya memanfaatkan kekuatan masyarakat untuk sesuatu yang mengancam keutuhan NKRI.

Dia juga mengimbau umat Islam untuk menghormati proses rekapitulasi maupun penghitungan suara dari KPU dengan menjunjung tinggi KPU prinsip kejujuran dan keadilan. “Kita berharap siapapun yang terpilih nantinya benar-benar memiliki legitimasi yang tinggi karena menjadi pilihan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Pengasuh PMJ Ustadz Puji Hartono menegaskan angkatan muda FUI menghimbau  kepada semua komponen anak bangsa agar menjaga kerukunan. Harus disadari bersama bahwa kegiatan berdemokrasi pasti ada dinamisasi masing-masing. Maka sangat penting bagi semua elemen untuk menjaga  persatuan, saling menghormati dalam konteks bingkai NKRI.

“Kerukunan wajib dijaga oleh kedua belah pihak, baik pendukung paslon 01 maupun 02. Jaga situasi tetap aman, tenteram dan damai. Perbedaan harus disikapi secara bijak. Semua harus saling menghormati, menghargai, dan menjaga kondusifitas,“ ungkap pria yang akrab disapa Kang Puji itu.

Terkait rencana aksi 22 Mei, Sekretaris Angkatan Muda FUI DIY Ustadz Fajar Wahyu menghormati langkah umat Islam yang akan mengikuti aksi tersebut. “Asalkan tetap mampu menahan diri dan menjaga kondisi agar jangan sampai terjadi kericuhan yang mengarah kepada tindakan yang sifatnya inkonstitusional,” katanya. (*/a11/pra/er)