PURWOREJO – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Purworejo Zulfah Kirom melihat penyaluran zakat melalui sekolah bagus untuk pendidikan. Namun untuk penyalurannya dinilai kurang tepat. Sebaiknya penyaluran zakat diberikan kepada orang yang membutuhkan di sekitar tempat tinggal mereka.

Hal itu disampaikan dalam buka bersama dengan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Sekretariat TP PKK Purworejo Selasa (21/5). Kegiatan ini diikuti anggota PKK Kabupaten dan dihadiri ketua Fatimah Verena Prihastyari, Ketua DWP Erna Said Romadhon, dan pengurus lain.

“Baik untuk pendidikan, tapi belum terlalu baik untuk penyalurannya. Karena afdholnya zakat itu diberikan bagi orang yang membutuhkan di sekitar tempat tinggalnya,” kata Zulfah.

Meski demikian, Zulfah tidak menyalahkan hal tersebut, selama memang benar-benar diarahkan untuk pendidikan. Jika memang diarahkan untuk mendidik, sejak awal pun anak dilibatkan untuk tahu proses pengemasan hingga penyaluran zakat fitrah tersebut.

Menurut Zulfah, dalam ketentuan besaran zakat fitrah berdasarkan surat edaran bersama Kantor Kemenag Kabupaten Purworejo, MUI dan Baznas Purworejo, untuk beras sebanyak 2,7 kilogram. Ini untuk ihtiyatnya (kehatian-hatian) sehingga ditentukan 2,7 kilogram. Sedangkan dalam bentuk uang tergantung pada jenis berasnya.

“Jika beras rajalele perkilogram Rp 13.000 maka dikalikan 2,7 kg jadi Rp 35.100 dan dibulatkan menjadi Rp 35.000, beras delanggu atau mentik wangi Rp 11.000 jadi Rp 29.700 dibulatkan menjadi Rp 30.000, dan beras IR 64 perkilogram Rp 10.000 dikalikan 2,7 kg menjadi Rp 27.000,” tambahnya.

Dalam penyalurannya pun, zakat boleh diberikan sendiri secara langsung. Namun akan lebih baik jika dilewatkan amil zakat. Adanya amil zakat ini akan memberikan secara adil dan tidak ada warga yang membutuhkan tidak mendapatkan. “Kalau diberikan langsung itu bisa saja ada maksud tertentu, sehingga zakat fitrahnya kurang tepat,” tambahnya.

Ketua DWP Erna Said Romadhon mengatakan, buka bersama dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan pengurus DWP, juga dengan TP PKK Kabupaten Purworejo. Dia menilai kegiatan itu dapat memperkuat dan memberi semangat untuk terus melaksanakan tugas organisasi dengan baik dan terkonsep matang. (udi/laz/fj)