JOGJA- Pusat Kebudayaan Islam Indonesia  akan dibangun di DIJ.Pembangunannya diprakarsai Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Pusat Kebudayaan Islam Indonesia ini diharapkan akan menjadi rujukan sekaligus penyebar nilai-nilai ke-Islaman dan kebudayaan. Khususnya DIJ dan Indonesia, umumnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan, tujuan PP Muhammadiyah merancang Pusat Kebudayaan Islam Indonesia ini sebagai wadah untuk menggali, menampilkan, dan memroduksi nilai-nilai ke-Islaman dan kebudayaan.Diharapkan ini  bisa menjadi rujukan bagi generasi muda, agar mereka paham tentang kebudayaannya.”Karena Indonesia mayoritas muslim, harapannya generasi muda juga bisa paham tentang Islam Indonesia,” jelasnya usai menemui  Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (21/05).

Haedar didampingi sejumlah anggota PP Muhammadiyah. Haedar mengatakan, latar belakang pendirian Pusat Kebudayaan Islam Indonesia ini ada dua. Pertama, PP Muhammadiyah merasa prihatin dengan kondisi sekarang ini, di mana nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama mulai tergerus oleh media sosial dan dunia digital. Namun masyarakat Indonesia belum siap sepenuhnya. Alasan kedua, karena terjadinya globalisasi dan modernisasi yang mencerabut pemahaman budaya masyarakat terhadap nilai-nilai kebudayaannya sendiri.

Gedung lembaga ini akan mulai dibangun tahun ini. Merupakan hasil kerja sama PP Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Lokasinya di Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Tak hanya menjadi pusat ke-Islaman dan kebudayaan, Haedar juga telah menggadang-gadang gedung ini ini menjadi sebuah bangunan yang akan menggambarkan masa depan Indonesia yang maju. “Bahkan menjadi kebanggaan DIJ dan salah satu destinasi wisata,’’ jelasnya.(din/by)