JOGJA – Pada pertengahan Ramadan ini, para buruh gendong, pengemudi becak dan pedagang angkringan di sekitar Pasar Beringharjo mendapat paket Lebaran

Itu karena mereka tetap aktif belajar mengaji, di sela kesibukannya bekerja.

Manager Baitul Maal wa Tamwil (BMT)  Beringharjo Ahmad Paryanto mengatakan, paket Lebaran tersebut dibagikan untuk sekitar 250 orang. Mereka sudah mengikuti kegiatan mengaji setiap jumat selama tiga tahun terakhir ini.

“Setiap jumat kami ada kegiatan pengajian, membaca iqra maupun Alquran di lantai dua pasar itu untuk ibu-ibu buruh gendong, kalau untuk bapak-bapak becak mengaji itu di lantai bawah Masjid Muttaqien,” katanya disela pembagian bingkisan Selasa (21/5).

Menurut dia, tahun ini juga akan ada wisuda iqra untuk buruh gendong dan tukang becak yang sudah ada kenaikan. “Wisuda Insyaallah di akhir tahun nanti, biasanya kami cek dulu bacaanya para ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah mau naik tingkat itu,” ujar Ahmad.

Melalui kegiatan tersebut, dia berharap semakin banyak yang bisa mnegikuti mengaji. Bingkisan Lebaran yang berisi sembako dan kue tersebut, jelas dia, merupakan bentuk apresiasi bagi yang mau mengaji di sela pekerjaan mereka. “Kami mendorong mereka untuk ayo, di sela sela kegiatan mereka, sebisanya,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, yang turut hadir, juga mengapresiasi keinginan para buruh gendong dan pengemudi becak di Pasar Beringharjo untuk belajar mengaji. Apalagi meluangkan waktu di sela pekerjaan mereka yang berat.

HP juga menilai kegiatan tersebut sebagai wujud tanggung jawab dalam menjalankan Corporate Social Responsibility. “Masyarakat adalah subyek dari sebuah dinamika pembangunan, sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh lembaga dalam sebuah Kota untuk mensejahterakan masyarakatnya, meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan maupun kehidupan sosialnya,” pesan dia. (cr8/pra/er)