PURWOREJO – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo serta objek vital dilakukan pengawasan secara khusus. Polres Purworejo telah menyiapkan sedikitnya 250 personel untuk disiapsiagakan melakukan berbagai langkah pengamanan jika diperlukan.

Hal itu disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong usai memimpin gelar pasukan pengamanan pasca pengumuman hasil Pemilu 2019, di jalan raya depan Kantor Bupati Purworejo, Selasa (21/5). Tidak sendirian, Polri akan bekerja sama dengan Kodim 0708 Puworejo serta sejumlah komunitas.

“Ada batasan pengamanan diberikan 3×24 jam setelah pemilu. Dan tadi malam (selasa, Red) secara resmi sudah diumumkan hasilnya. Praktis kami melakukan pengamanan sampai tanggal 25 Mei ini,” jelas kapolres.

Dikatakan, adanya gelar pasukan itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di Purworejo. Dirinya meyakini hasil pemilu sudah bisa diterima masyarakat.

“Semua tidak menghendaki adanya aksi-aksi inkonstitusional. Kalau ingin menyampaikan pendapat silakan saja, lalui jalur yang ada,”  tutur perwira polisi dengan dua mawar di pundak ini.

Kapolres menambahkan, hingga kemarin tidak ada warga yang mengikuti people power. Pihaknya sudah melakukan maping dan bisa mendapatkan gambaran yang jelas. Seluruh kubu di Puwrorejo sudah bisa menerima hasil pemilu itu. “Mereka sudah menerima semua dan menyerahkan hasil akhir kepada penyelenggara pemilu,” ungkap Kapolres.

Usai upacara, pasukan yang terlibat mengikuti konvoi memberikan rasa nyaman dan aman. Tentara dan Polri berkeliling menyusuri jalan protokol di dalam kota Purworejo.

Sementara itu, Ketua KPU Purworejo Dulrokhim yang turut serta dalam upacara ini mengatakan, proses pemilu di Purworejo hingga provinsi Jawa Tengah sudah bisa diterima semua pihak. Dari seluruh tahapan yang ada,  tidak ada yang mempertetangkan hasil tersebut.

“Rekapitulasi di Purworejo sudah digelar beberapa waktu lalu. Demikian halnya di Jawa Tengah. Selama proses pemilu tidak ada masalah. Seluruh unsur hingga saksi bisa menerimanya,” kata Dulrokhim. (udi/laz/fj)