Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah menjadi salah satu panti asuhan tertua di Jogja. Didirikan KH Ahmad Dahlan, pada 1921. Sama seperti panti asuhan lainnya, saat Ramadan seperti ini, banyak kegiatan yang digelar.

WAHYU TRIHATMOKO, Jogja

Suasana panti yang beralamat di Jalan Munir No. 19, Serangan, dan berada di Pengurus Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jogjakarta Nampak sepi. Maklum siang hari. Mayoritas penghuninya memang sedang sekolah di sekolah umum. Hanya terlihat beberapa anak panti yang sibuk di salah satu ruang. Mereka membersihkan aula dan mendekorasinya. Ini karena akan digunakan untuk acara khusus. Yakni peringatan Nuzulu Quran.

Hani Amalia, salah satu panitia Ramadan Panti Asuhan Aisyiah mengungkapkan selama Ramadan, mereka menyelenggarakan beberapa kegiatan. Seperti tadarus Alquran, buka bersama, Salat Tarawih berjamaah, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Terdapat 50 anak panti saat ini. Mereka bersekolah di sekolah umum, terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Terdapat pula mahasiswa. Namun untuk mahasiswa bertugas sebagai pendamping anak-anak. ”Pendamping itu semacam guru. Namun bisa juga sebagai teman,” ucap Hani Amalia.

Tidak hanya ilmu agama, di panti asuhan ini juga diadakan pendidikan non formal. Pelatihan keterampilan membuat kue, membatik, dan keterampilan lainnya.

Adanya Balai Latihan Keterampilan (BLK) seperti Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) menjadi tempat anak asuh untuk menambah keahlian bidang non formal.

Sedangkan kerja bakti di pagi hari juga diadakan. Walaupun tidak setiap hari dilaksanakan. Kegiatan ini jadi pendisiplinan anak asuh panti tentang kebersihan.

Yati, pengurus panti mengungkapkan anak – anak di panti putri ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas memang dari Pulau Jawa. “Ada yang dari Jawa Tengah, bahkan ada juga yang dari Serang Banten”, ucap Yati.

Berbagai komunitas atau organisasi juga sering menyelenggarakan kegiatan di panti asuhan ini.  “Mayoritas kegiatan buka bersama, mereka berbagi kebahagiaan di panti ini,’’ ucap Hani. (din/fj)