SLEMAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman memprediksi, jumlah penumpang angkutan umum pada libur Ramadan dan Idul Fitri mencapai 18 ribu per hari. Prediksi itu, berdasarkan daya tampung dan perjalanan pulang pergi (rit) kendaraan umum.

Kepala Bidang Transportasi, Dishub Sleman, Marjanto memprediksi, pada libur Lebaran, armada angkutan di Sleman diperkirakan melakukan perjalanan pulang pergi 506 rit per hari. Angkutan umum itu terdapat di empat terminal yang dikelola Dishub Sleman.

Yaitu Terminal Pakem, Condongcatur, Gamping, dan Prambanan. “Saya prediksi untuk Terminal Condongcatur saja akan ada 13.600 penumpang per hari,” kata Marjanto (23/5).

Sedangkan untuk Terminal Pakem, dia memprediksi hanya akan ada 216 penumpang per hari. Baik mereka yang memanfaatkan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) atau angkutan pedesaan.

Untuk Terminal Gamping, Marjanto memprediksi akan ada 931 penumpang per hari. Di Terminal Prambanan, diprediksi ada 3.256 penumpang per hari.

Marjanto mengatakan, pada mudik 2019 ini, jumlah angkutan mencukupi. Sebab, pada era modern, masyarakat memilih menggunakan angkutan berbasis daring.

“Memang kami akui, sekarang itu masyarakat lebih suka dengan apa-apa yang sudah tersedia,” kata Marjanto.

Lonjakan penumpang, diprediksi terjadi justru setelah Lebaran. Hanya saja, sebarannya terdapat di daerah perkotaan. “Kami juga melakukan persiapan,” tegas Marjanto.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sleman pada liburan Lebaran kali ini menyiapkan 210 armada. Ditambah tujuh armada bus pariwisata sebagai cadangan.

“Pada prinsipnya, kami siap untuk musim mudik dan libur Lebaran ini,” kata Ketua DPC Organda Sleman, Juriyanto Hadiwiyanto.

Juriyanto merinci, sebanyak 210 angkutan itu terdiri dari 150 AKDP dan 60 Angkudes. Angkutan tersebut disediakan lima operator. Yaitu Koperasi Pemuda, KSU Ngandel, Kop Kosawa, Niko Putera, dan Kovetri.

Untuk memastikan angkutan layak jalan, pihaknya rutin melakukan pengecekan. “Semua sudah dicek dan siap jalan. Karena angkutan tersebut masih digunakan harian,” ujar Juriyanto. (har/iwa/by)