Jurnal Minim Karena Malu dan Takut Gagal

JOGJA – Jumlah jurnal karya dosen di Indonesia, tergolong masih minim. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI menyebut dari 36 ribu jurnal nasional yang ada di Indonesia dari berbagai disiplin ilmu, hanya 2.450 jurnal ilmuah yang telah terakriditasi secara nasional.

Angka tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan publikasi yang telah ditetapkan oleh. Untuk meningkatkannya, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY, Kemristekdikti akan melakukan berbagai usaha untuk menambah jumlah jurnal terstandarisasi. Ditargetkan sebanyak 8.000 jurnal pada 2019 ini.

Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Kemenristekdikti Dr Lukman menjelaskan, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemristekdikti menekankan agar percepatan akreditasi jurnal nasional dilakukan. Dengan meminta perguruan tinggi untuk menyiapkan jurnal terakreditisi nasional sebanyak 1.800. “Karena saat ini jurnal nasional hanya 2.540,” jelas Lukman dalam Program Pendampingan dan Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik dan Penyamaan Persepsi Aseso di Jogjakarta pada Rabu (22/5).

Pendampingan dan percepatan yang dilakuakn, tambah Lukman, melibatkan asosiasi pengelola jurnal dan asesor nasional. Yakni 83 asesor yang turut hadir dan mampu menghasilkan 1.600 jurnal. Penyamaan persepsi dari para asesor dilakukan untuk memberikan penilaian jurnal yang nantinya akan diperingkatkan. “Ada 40 asosiasi jurnal dari berbagai bidang studi yang ikut terlibat dalam program tersebut,” tambahnya.

Lukman menekankan, kini Kemristekdikti akan bertindak lebih aktif dalam pengelolaan jurnal untuk mendapatkan target jumlah yang diinginkan. Selama ini, Kemristekdikti menunggu jurnal yang akan didaftarkan. Serta banyaknya jurnal yang tidak terdaftar adalah karena alasan malu dan takut gagal.

Untuk menambah jumlah jurnal ilmiah yang dihasilkan, Kemenristekdikti juga memiliki kebijakan bagi dosen untuk memiliki publikasi jurnal jika ingin naik jabatan. Hal ini juga diberlakukan kepada mahasiswa magister dan doktoral. (cr7/pra/zl)