Siapa sangka limbah buah ketapang bisa dimanfaatkan sebagai katalisator proses hidrorengkah limbah plastik. Hasilnya cairan bahan bakar berupa fraksi bensin.

SEVTIA EKA NOVARITA, Sleman

LIMBAH plastik masih menjadi masalah utama pencemaran lingkungan. Hal inilah yang memantik tiga remaja ini untuk meneliti lebih jauh. Adalah Satriyo Dibyo Sumbogo, Dewi Agustiningsih, dan Nawwal Hikmah. Ketiganya mahasiswa Prodi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mereka berusaha mencari solusi. Agar limbah plastik tak lagi menjadi masalah. Tapi sebaliknya. Bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Butuh waktu dua bulan bagi mereka untuk menelitinya. Berbekal kantong plastik bekas. Yang biasa untuk membungkus gorengan. Yang cukup mudah ditemukan di lingkungan kampus mereka.

Di tangan mereka plastik low density polyethylene tersebut bisa dikonversi menjadi fraksi bahan bakar. Yaitu bensin. Dengan memanfaatkan limbah ketapang sebagai katalisatornya.

Tempurung ketapang mengandung lignoselulosa dengan kadar lignin yang tinggi. “Kandungan kimia pada tempurung ketapang memiliki potensi sebagai sumber karbon aktif yang berakibat baik pada proses hidrorengkah,” jelas Satriyo.

Proses pembuatan karbon aktif sangatlah sederhana. Tempurung ketapang yang telah dipisahkan dari biji dibersihkan dan diimpregnasi menggunakan asam fosfat. Selanjutnya dikarbonisasi dengan suhu tinggi menjadi karbon aktif.

Dari 100 gram ketapang akan menghasilkan tiga gram karbon aktif. “Hasil karbon tersebut akan diimpregnasi dengan logam kobalt dan molibdenum untuk membantu konversi pengolahan plastik menjadi fraksi bensin,” paparnya.

Sejauh ini hasil penelitian mereka masih dalam proses uji laboratorium. Untuk mendapatkan fraksi bensin yang murni setidaknya butuh waktu hingga Juni mendatang. Kendati demikian, mereka optimistis penelitian yang dilakukan mampu mencapai kesiapan teknologi yang lebih besar. Hasilnya pun bisa diproduksi secara masal. Sebagai bahan bakar alternatif masa depan.

Dampak positif lainnya berupa penurunan jumlah limbah plastik. Sehingga kualitas lingkungan akan lebih terjaga dari pencemaran.(yog/rg)