MAGELANG – Sejak diresmikan oleh Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina Maret lalu, Pasar Seni Magelang (PSM) yang berlokasi di Skylight Plaza Magelang, belum diminati para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka enggan memanfaatkan PSM untuk memasarkan produknya.

Awalnya, PSM digadang-gadang dapat menjadi wahana untuk menampung semua produk usaha UMKM yang ada di Kota Magelang. Akan tetapi hasilnya ternyata tak sesuai ekpektasi. Berdasarkan pantauan Radar Jogja dari 20 kios hanya ada lima kios yang ditempati. Mereka menjual bermacam produk seperti pakaian, makanan, dan suvenir.

Tri Hastutik selaku pengurus PSM mengungkapkan, pengunjung sejatinya telah mengalami peningkatan. Itu seiring berjalannya waktu. Namun untuk para pedagang tidak mengalami peningkatan. Padahal, pihaknya juga rutin menyelenggarakan beragam event seperti lokakarya, fashion show, turnamen game.

Bahkan, saat Ramadan ini mengadakan acara ngabuburit. Semuanya untuk menarik minat pengunjung dan memromosikan PSM. Walaupun sukses meraih minat pengunjung, akan tetapi upaya tersebut tak mampu memotivasi pedagang lain untuk berjualan. “Kami sudah mengandalkan beragam cara supaya teman-teman UMKM mau berjualan, tetapi  mereka tetap tidak berminat,” jelasnya.

Tuti mengaku telah melakukan beragam upaya untuk membujuk pelaku UMKM agar berminat berjualan di PSM. Pengelola memberikan gratis tiga bulan untuk pelaku UMKM. “Supaya mereka bisa menilai sendiri, tetapi tetap banyak yang tidak mau,” jelasnya.

Padahal pengelola juga memperbolehkan satu kios untuk dipakai secara bersamaan antar pengusaha sehingga beban sewa menjadi lebih ringan. “Per bulan pedagang membayar retribusi Rp 500 ribu. Itu sudah murah sekali,” ucapnya.

Tuti menyayangkan pelaku UMKM yang hanya semangat mengikuti pelatihan tetapi melempem ketika berjualan. Mereka sering mendapat pelatihan dan sudah memiliki fasilitas lengkap dan murah tapi praktiknya tidak ada. Menurutnya hal tersebutlah yang membuat produk UMKM dipandang sebelah mata. Padahal sebenarnya tak kalah saing dengan produk ternama.

Menurut Darwo Wibowo selaku perajin suvenir militer di PSM, banyaknya keberadaan kios kosong akan berpengaruh terhadap minat pengunjung untuk datang. “Pengunjung yang masuk ketika melihat kios banyak yang kosong menjadi ragu untuk masuk,” jelasnya. (cr16/din/by)