PURWOREJO-Setiap sore, selama Ramadan 1440 H ini, Masjid Assyifa dalam Kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tjitrowardojo Purworejo menjadi jujugan keluarga penunggu pasien yang menjalankan ibadah puasa. Mereka menikmati waktu berbuka puasa dengan aneka takjil yang disediakan khusus oleh pihak rumah sakit.

Tidak saja bagi penunggu pasien, karena pihak rumah sakit tidak membatasinya. Warga yang kebetulan berada di tempat tersebut pun bisa mendapatkan.

Dikelola tim khusus yang dibentuk jelang Ramadan, pengadaan takjil didapatkan dari iuran karyawan rumah sakit. Tidak saja menyasar karyawan umum, namun seluruh komponen di rumah sakit dari level tertinggi sampai paling bawah. “Kami mewajibkan karyawan yang muslim untuk bersedekah. Di sini kita berbagi,” kata Direktur RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, drg Gustanul Arifin, kemarin (23/5).

Gustanul berpegang pada janji Nabi Muhammad SAW, bahwa mereka yang memberi buka bagi orang puasa akan mendapatkan imbalan pahala yang sama dengan orang yang menjalankan. Hal itulah yang selalu ditanamkan kepada jajarannya. “Saya harus memberi contoh dulu. Dan itu diikuti oleh semua,” sebut Gustanul.

Besaran uang yang dikumpulkan untuk berbagi itu disesuaikan dengan posisi yang ada. Setidaknya Gustanul sebagai yang tertinggi pun harus memberikan yang terbanyak.  “Semua diklasifikasikan jadi tidak sama antara yang satu dengan yang lain,” tambahnya.

Pemanfaatan dana yang terkumpul itu tidak hanya untuk takjil, namun digunakan untuk beberapa kegiatan yang lain yakni halal bi halal serta persiapan Idhul Adha.

Tidak hanya menyediakan takjil, dalam Ramadan, Masjid Assyifa juga menggelar pengajian lepas Dzuhur setia Selasa dan Kamis. Pengurus takmir masjid saling bergantian mengisi materi pengajian. “Dalam pengajian tidak hanya untuk karyawan, tapi bisa diikuti oleh keluarga pasien dan siapapun,” tambahnya. (udi/din/fj)