GUNUNGKIDUL – Sejumlah mantan pejabat dan pejabat aktif di lingkungan RSUD Wonosari sedang terjerat masalah hukum. Satu per satu mereka dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi DIJ. Mereka dijadwalkan dimintai keterangan terkait penyimpangan remunerasi.

Terkait kasus ini, sikap Pemkab Gunungkidul belum diketahui secara jelas. Sebagai pemilik RSUD Wonosari, pemkab belum mengambil tindakan.

Sejumlah pejabat teras Pemkab Gunungkidul berusaha dikonfirmasi Radar Jogja,  Jumat (24/5). Bupati Gunungkidul Badingah, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, dan Sekda Gunungkidul Drajat Ruswandono belum bisa memberikan keterangan secara rinci.

Wabup Immawan mengaku belum mengetahui detail kasus RSUD Wonosari. Politisi Partai Amanat Nasional ini justru mengarahkan untuk mencari informasi ke Inspektorat Gunungkidul.

”Ke Inspektorat saja. Saya belum tahu apa permasalahannya,” kata Immawan Wahyudi melalui pesan Whatsapp pada Kamis malam (24/5).

Kemarin pagi, Immawan dikabarkan sakit. Informasi itu disampaikan ajudan Immawan yakni Rohmad.  Menurutnya, orang nomor dua di Bumi Handayani tersebut sedang tidak berada di kantor Pemkab Gunungkidul. Sebab, tidak enak badan.

“Bapak (Wabup) sedang istirahat di rumah dinas. Kelelahan dengan banyaknya agenda kegiatan siang dan malam,” kata Rohmad.

Hal serupa dialami Bupati Badingah. Sepanjang hari kemarin, bupati tidak ngantor. Informasi yang diperoleh Radar Jogja menyebutkan, Badingah sedang menjalani pengecekan kesehatan oleh dokter.

Yuda, ajudan bupati, menyatakan bupati sejak pagi istirahat di rumah dinas. ”Dokter datang ke rumah (rumah dinas),” kata dia.

Praktis, roda pemerintahan di Gunungkidul terasa pincang. Ini menyusul bupati dan Wabup yang tidak berada di kantor secara bersamaan.

Sekda Drajat Ruswandono terlihat berada di kantor. Namun, pintu ruang kerjanya dalam kondisi terkunci.

“Bapak (Sekda) ada di dalam (ruang kerja). Ini saya mau masuk karena ada yang ketinggalan. Kunci ruangan dikunci dari dalam,” kata seorang pegawai, yang kemudian terlihat menghubungi nomor Sekda melalui sambungan telepon genggam.

Ketika pintu ruangan Sekda terbuka, pegawai itu bergegas masuk. Tak lama kemudian, pegawai itu  keluar. Buru-buru pintu ditutup dan dikunci kembali dari dalam.

”Pak Sekda sebentar lagi ada acara dengan PMI (Palang Merah Indonesia),” ucap pegawai itu.

Saat ini, Kejati DIJ sedang menyidik dugaan penyimpangan remunerasi di RSUD Wonosari. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat tinggi rumah sakit pelat merah itu diperiksa.

Ada lima orang yang dipanggil Kejati DIJ. Mereka adalah mantan Direktur RSUD Wonosari Isti Indiani, mantan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Aris Suryanto, Kepala PPID Martono, Kabid Pelayanan Penunjang Medis dan Nonmedis Ismono, dan Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyo. (gun/amd/zl)