GUNUNGKIDUL – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ tak setengah hati menangani dugaan penyimpangan pembagian remunerasi terkait jasa pelayanan di RSUD Wonosari. Kejati terus menyelidiki kasus ini.

Kasi Penkum Kejati DIJ Ninik Rahma mengatakan, pihaknya memang benar sedang menangani kasus ini. Kejati terus melakukan penyelidikan. Selain itu, kejati juga terus mengumpulkan data.

“Tapi tahapnya saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Jadi, saat ini sedang pengumpulan data,” katanya, Jumat (24/5).

Ninik menambahkan, proses kasus ini masih panjang. Kejati belum memiliki banyak informasi terkait kasus ini.

‚ÄĚNamun untuk selebihnya, kami saat ini belum bisa menyampaikan pernyataan apapun selain itu. Karena sifatnya masih proses panjang,” tegasnya.

Awal mula laporan ini dari sosial media yaitu ada di Facebook dan Twitter. Selain itu, ada pengaduan dengan bberkas tertanggal 13 Agustus 2018.

“Kita belum berani memberikan keterangan apapun karena masih aduan,” tambah Ninik.

Dia menyampaikan, kasus ini masih menjadi rahasia. Sebab, kejati tidak ingin ada pihak manapun yang dipermalukan.

“Kalau memang ada kerugian negara, yang diduga ada kerugian, kita mesti menggunakan jasa auditor,” tegasnya. (cr8/amd/zl)