PURWOREJO – Tulisan kuning yang menyebut kata Purworejo di tenggara Alun-Alun Purworejo, tidak ada lagi sejak Sabtu (25/5). Sejumlah pekerja telah membongkar papan penunjuk yang dipasang seiring berakhirnya pekerjaan Alun-Alun. “Akan dipindahkan ke kantor UPT (Alun-Alun, Red),” kata Anggoro, salah seorang pekerja.

Tulisan yang selama ini menjadi satu kebanggaan dan sasaran swafoto itu sebenarnya menggantikan branding yang dibuat di era pemerintahan Mahsun Zain. Dalam pemerintahan Agus Bastian, penggunaan branding itu dinilai kurang relevan dan dilakukan penggantian.

Terpasang dengan dua kaki di setiap hurufnya, pekerja yang merupakan karyawan UPT Alun-Alun ternyata tidak terlalu repot. Penanamannya tidak terlalu dalam dan dengan mudah bisa dicabut. “Saya kira agak susah, ternyata kayak hanya ditancapkan saja,”  tambah Anggoro.

Ini amat beralasan, satu huruf memiliki berat yang lumayan. Lebih dari dua orang pekerja untuk menurunkan tulisan dari panggung dan memindahkan ke atas bak terbuka.

“Yang ini selanjutnya untuk apa, saya tidak tahu. Kami hanya disuruh untuk membongkar dan membawanya ke kantor saja,” tambahnya.

Dari informasi yang ada, tulisan itu rencananya akan digantikan dengan tulisan baru yang sesuai dengan logo Romansa Purworejo 2020. Sepengetahuannya, pemasangan akan dilakukan Senin hari ini.

Pelaksana Tugas UPT Alun-Alun Agus Prediat mengungkapkan, memang akan ada penggantian tulisan di taman tersebut. Penggantinya sudah dipesan dan siap dipasang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Prabowo mengatakan, penggantian tulisan diarahkan untuk mendukung tahun kunjungan Purworejo di tahun 2020. Tampilannya akan lebih baik dan artistik, berbeda dengan tulisan sebelumnya yang relatif kaku.

“Kami sengaja memasang jelang Lebaran. Sekalian untuk memberikan nuansa baru, tidak saja bagi warga Purworejo, namun juga pemudik yang akan datang di kota ini,” kata Agung.

Selain menaikkan lagi Purworejo dengan kemasan baru, nantinya juga akan ditambah dengan tulisan Alun-Alun. Ini dimaksudkan agar warga dari luar kota, akan paham mereka sudah memasuki jantung kota. (udi/laz/by)