GUNUNGKIDUL – Kerja keras dari personel Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jogjakarta membuahkan hasil. Yakni dengan menyita 77 ribu benih lobster selundupan. Hasil sitaan selanjutnya dilelepasliarkan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

“Lobster sitaan selundupan tersebut mau dikirimkan ke Vietnam. Nilai jualnya Rp 11,5 miliar,” kata Kepala BKIPM Jogjakarta, Hafit Rahman di sela pelepasliaran lobster, akhir pekan lalu.

Dikatakan, puluhan ribu benih lobster itu jenisnya mutiara dan pasir. Penegakan hukum tersebut dilakukan bersama Ditpolairud Polda Riau di Kota Dumai. Penyitaan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) 56/2016 tentang pembatasan penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan yang memiliki berat di bawah 200 gram.

“Dari keterangan pelaku, sesampainya di Vietnam 77 ribu benih lobster dijual dengan harga per ekor benih Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” ungkap Hafit.

Vietnam memang banyak peminat lobster. Penyelundupan terjadi karena pelaku tergiur dengan harga yang tinggi. Tindakan melanggar hukum tersebut berhasil digagalkan petugas.

“Selanjutnya, karena kondisi benih lobster masih utuh, BKIPM Pekanbaru berkoordinasi dengan BKIPM Jogjakarta melepasliarkan benih lobster selundupan tersebut di Pantai Baron,” kata Hafit.

Pantai Baron dipilih sebagai tempat pelepasliaran benih lobster dengan pertimbanhan sesuai dengan saran dan persetujuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lobster ini cocok hidup di daerah berair jernih dan berkarang.

“Seperti di Pantai Selatan Gunungkidul. Pantai Baron tepat dijadikan tempat pelepasliaran benih lobster,” ujar Hafit.

Diharapkan, pelepasliaran benih lobster di Pantai Baron nantinya bisa berkembang. Jika sudah besar, bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, khususnya nelayan. Untuk kepentingan ini, kelompok masyarakat turut berperan dalam pengawasan dan pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

“Kegiatan pelepasliaran ini juga sebagai bentuk sosialisasi Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata). Semoga mampu membangkitkan dan menggerakkan kesadaran masyarakat dalam pengendalian keamanan hayati ikan,” kata Hafit.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, Permen KP 56/2016 juga mengatur penangkapan lobster, kepiting dan rajungan.

“Untuk penangkapan, dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa hanya dapat dilakukan dengan ketentuan tidak dalam kondisi bertelur. Dan ukuran panjang di atas 8 cm atau berat di atas 20 gram per ekor,” kata Krisna. (gun/iwa/zl)