SLEMAN – Mahalnya harga tiket pesawat berpengaruh positif terhadap moda transportasi darat. Itu tampak dengan peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan bus. Di Terminal Jombor, contohnya. Jumlah pemudik kali ini naik 20 persen dibanding arus mudik tahun lalu.

”Banyak tiket yang sudah terjual,” jelas Rusli Hermawan, seorang agen bus malam di Terminal Jombor , Minggu (26/5).

Dia mencontohkan tiket jurusan Sumatera. Tiket jurusan berbagai kota di Sumatera hingga 2 Juni telah ludes terjual. Yang masih tersisa cukup banyak adalah tiket jurusan Jakarta. Kendati begitu, Rusli memprediksi, jumlah pemudik jurusan ibu kota itu bakal meningkat mulai H-4.

”Pada 1 Juni peningkatannya akan mulai terlihat,” ucapnya.

Karena itu, Rusli juga mempersiapkan armada cadangan. Dengan mengoperasikan bus pariwisata. Itu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Terkait harga tiket, Rusli menyebut ada yang mulai merangkak naik. Tiket jurusan Palembang, contohnya. Dari Rp 450 ribu menjadi Rp 550 ribu per orang.

”Kenaikan harga tiket ini mulai dari H-10,” katanya.

Mesi Aesia, seorang pemudik mengaku baru kali ini menggunakan bus. Pertimbangannya, harga tiket pesawat mahal. Belum lagi biaya tambahan bagasi.

”Ini dapat tiket (bus) Rp 500 ribu,” ujarnya.

Selain lebih murah, kata Meisi, perjalanan darat juga lebih singkat. Menyusul beroperasinya tol Trans Sumatera. Perjalanan Jogja-Palembang membutuhkan waktu sekitar dua malam.

”Kami juga bisa mudik bersama dengan rombongan mahasiswa asal Palembang yang lainnya,” lanjutnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Rabu (29/5) berencana melakukan pengecekan armada angkutan Lebaran. Berikut sopirnya. Hirman Jaya, petugas Dishub DIJ yang bertugas di Terminal Jombor menyebutkan, seluruh sopir bus akan menjalani tes urine.

”Jika ada sopir yang gagal tes urine akan kami larang untuk berangkat,” tegas Hirman mengatakan, posko Lebaran di Terminal Jombor dibuka mulai 28 Mei. (har/zam/fj)