Ramadan bagi-bagi sembako di masjid mungkin sudah biasa. Tapi jika ajang sosial itu digelar di kelenteng mungkin menjadi hal langka. Itulah yang terjadi di Kelenteng Fuk Ling Miau, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja Senin (27/5).

WINDA ATIKA IRA PUSPITA, Jogja

SEJAK pagi Mugiharjo telah sampai di depan Kelenteng Fuk Ling Miau. Mengenakan seragam juru parkir resmi Kota Jogja dan bercelana pendek. Dia berjalan tertatih tanpa alas kaki memasuki area kelenteng. Mugiharjo tidak sendirian. Dia didampingi anaknya.

“Saya juru parkir di Prawirotaman. Dikasih kupon (sembako, Red),” ungkapnya kepada Radar Jogja. “Saya sudah tiga kali ini. Alhamdulillah dapat bantuan untuk Lebaran, ” tambahnya.

Kupon sembako tak hanya diperuntukkan warga Kota Jogja. Tapi bagi warga muslim kurang mampu di DIJ.

Mery, misalnya. Dia datang dari Seyegan, Sleman. Yang jaraknya cukup jauh dari Kelenteng Fuk Ling Miau. Mery merasa sangat terbantu. Sekaligus haru. “Senang dapat bantuan ini. Bisa untuk menambah kebutuhan sehari-hari menyambut Lebaran,” katanya.

Bagi-bagi sembako di bulan Ramadan menjadi agenda rutin Kelenteng Fuk Ling Miau sejak delapan tahun terakhir ini.

Kegiatan sosial itu sebagai bentuk kepedulian. Oleh pengurus kelenteng. Bagi sesama. Khususnya warga tidak mampu. “Kami kalau belum bagi ini (sembako, Red) rasanya masih ada utang,” ujar Angling Wijaya, ketua Kelenteng Fuk Ling Miau.

Kegiatan itu sengaja diniatkan untuk meringankan beban warga kurang mampu. Terutama bagi umat muslim. Agar mereka bisa ikut berbahagia merayakan Lebaran.

Bagi pengurus Kelenteng Fuk Ling Miau, kegiatan itu memiliki makna tersendiri. Guna meningkatkan kedamaian antarsesama. Bagi seluruh bangsa Indonesia. Tanpa memandang lintas agama apa pun. “Supaya semuanya baik, damai, dan akur. Jadi anak cucu kita ke depannya itu bisa sejahtera,” tuturnya.

Jumlah sembako yang dibagikan itu mencapai dua ribu paket. Tiap paketnya berupa beras 5 kilogram dan sebungkus mi telor.

Itu belum semua. Panitia juga menyediakan 250 paket untuk cadangan. Paket cadangan ini lantas disebar kepada kaum papa. Seperti penarik becak, juru parkir, pengangkut sampah, buruh gendong,  dan warga kurang mampu lainnya. “Satu paket sembako ini kira-kira Rp 60 ribu,” ucap Angling.

Jumlah paket sembako yang dibagikan tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu. Jelang Lebaran 2018 panitia menyediakan 1.800 paket.

Bukan hanya jumlah paketnya yang ditambah. Asal warga penerimanya pun diperluas. Bukan hanya Kota Jogja. Tapi juga Sleman, Bantul, dan sekitarnya. Dananya pun bukan hanya dari pengurus kelenteng. “Donaturnya dari banyak dermawan lintas agama,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyambut baik kegiatan ini. Menurut Heroe, aksi sosial pengurus Kelenteng Fuk Ling Miau bisa memperkuat semangat gotong royong. Sekaligus memperkuat hubungan baik antar-masyarakat. Yang pada akhirnya berbuah kebaikan dan kemajuan bersama. Baik bagi masyarakat maupun kelenteng. “Ini menjadi bukti bahwa menjaga persaudaran dan kebersamaan tidak lagi dilihat dari perbedaan agama, sosial, status, dan segala macam,” tegasnya. (yog/rg).