JOGJA – Institut Sains dan Teknologi (IST) AKPRIND bekerja sama dengan PT Pertamina Retail. Itu ditandai dengan peresmian SPBU Mini pertama di Indonesia di lingkungan kampus IST AKPRIND Sabtu (25/5). SPBU berkapasitas 10 KL per hari ini dibuka untuk masyarakat umum.

”Kami berterima kasih kepada PT Pertamina Retail yang telah memberikan kepercayaan kepada IST AKPRIND untuk mewujudkan SPBU Mini di kampus kami sebagai program PT Pertamina Retail untuk lebih dekat dengan rakyat,” jelas Rektor IST AKPRIND Amir Hamzah.

Amir merasa bangga IST AKPRIND dijadikan pilot project pembangunan SPBU Mini di lahan kampus. Sebab, program itu bisa memicu sekaligus memacu mahasiswa maupun dosen dalam bidang kewirausahaan.

”Program ini menunjukkan kampus mendorong jiwa entrepreneurship,” paparnya.

Dia berharap kerja sama dengan Pertamina tidak hanya pada program pemasaran BBM (bahan bakar minyak). Lebih dari itu, juga berkembang pada produk-produk Pertamina yang lain. Seperti pelumas dan gas.

Di tempat yang sama, Direktur PT Pertamina Retail Sofyan Yusuf mengatakan, SPBU Mini tidak hanya mempermudah akses masyarakat mendapatkan BBM. Melainkan juga untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk dalam negeri.

Yang lebih penting lagi, Sofyan menekankan, SPBU Mini juga untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan berkualitas. Yakni, Pertalite.

”Di negara-negara Asia lainnya sudah tidak ada yang menggunakan Premium. Jadi, pemakaian Pertalite ini harus digalakkan melalui program-program seperti ini,” tegasnya.

Sofyan berkomitmen bakal menambah kapasitas BBM di SPBU Mini jika animo masyarakat tinggi. Juga menambahkan jenis BBM lain, seperti Pertamax dan Solar.

Selain di IST AKPRIND, Pertamina bakal membangun 10 SPBU Mini di lahan kampus di beberapa daerah. Di antaranya, Riau, Aceh, dan Semarang. (sce/ita/zam/er)