Masih Ada Angkutan Lebaran Langgar Administrasi

-Ramp Check Sasar Bus AKAP

-Dishub DIJ Optimalkan Tempat Khusus Parkir Malioboro

SLEMAN – Pengawasan kendaraan angkutan umum Lebaran 2019 terus diperketat. Petugas dinas perhubungan (dishub) di kabupaten/kota se-DIJ kian intensif merazia kendaraan angkutan Lebaran di terminal-terminal pemberangkatan maupun kedatangan

Ramp check di Terminal Jombor, Sleman. Senin (27/5) petugas dinas perhubungan setempat mendapati beberapa bus melanggar administrasi.

Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Sleman Sulton Fatoni mengungkapkan, pelanggaran administrasi yang ditemukan akibat perbedaan nomor mesin pada kartu pengawasan (KP) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Meski tergolong pelanggaran ringan, pengemudi bus dikenai teguran.

“Kirnya hidup. Jadi cuma terguran. Armada busnya kami loloskan untuk beroperasi,” ujar Sulton.

Ramp check kali ini menyasar bus antar kota antar provinsi (AKAP). Namun tak semua bus sempat diperiksa. Kendati demikian, seluruh armada yang diperiksa dinyatakan layak jalan.

Sulton juga mendapati bus yang ditempel stiker pada lampu utamanya. Menurutnya, hal itu tidak diperbolehkan. Penyedia layanan bus pun diminta melepas stiker tersebut.

Petugas juga mendapati bus dengan wipper yang berfungsi kurang baik. Pengemudi juga ditegur. Sebab, wipper yang tak berfungsi maksimal akan mengganggu jarak pandang pengemudi.

Secara umum, lanjut Sulton, kendaraan angkutan Lebaran tahun ini relatif lebih baik dibanding tahun lalu. Pada Lebaran 2018 petugas masih mendapati banyak bus tidak lain jalan.

Seperti pada kaki-kaki kendaraan banyak baut yang hilang. Bahkan kondisi ban juga sudah banyak yang aus. “Untuk tahun ini kami lihat sudah ada peningkatan,” katanya.

Ramp check tak hanya berlangsung di dalam area terminal. Tapi juga luar terminal. Baik angkutan penumpang atau barang, semua diperiksa.

Meski Senin tak ditemukan kendaraan rusak, bukan berarti petugas tinggal diam. Jika ada laporan kendaraan tak laik jalan, ramp check akan digelar hingga H-1 Lebaran secara rutin.

Kasi Pengelolaan Terminal, Dinas Perhubungan DIJ Yunarti menambahkan, pengawasan tak hanya menyasar bus AKAP. Tapi juga para sopir dan awak angkutan Lebaran. Itu guna memastikan tak ada pengemudi yang terpengaruh obat-obatan terlarang saat mengendarai bus angkutan Lebaran.

“Tahun ini memang belum ada informasi. Pun jika ada akan kami larang mengemudikan bus,” tegasnya.

Di bagian lain, Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Raharjo memprediksi, wilayah Jogja akan dibanjiri sedikitnya 1.6 juta kendaraan roda empat dan 2,4 juta sepeda motor selama musim libur Lebaran. Sebagian besar kendaraan akan memadati kawasan Malioboro.

Meski begitu, dia mengimbau para pemudik dan wisatawan luar Jogja tak khawatir kehabisan tempat parkir saat berkunjung ke pusat wisat Jogjakarta itu.

Mereka bisa memarkir kendaraan di tempat khusus parkir Beskalan yang berlokasi di sebelah selatan Ramai Mall. Tempat khusus parkir tersebut telah dioperasikan sejak Minggu (5/5).

Tempat parkir Beskalan terdiri atas dua lantai. Tiap lantai mampu menampung 20 kendaraan roda empat dan 380 sepeda motor. Lengkap dengan fasilitas musala, toilet, dan instalasi listrik.

Konsekuensi operasional tempat parkir Beskalan, ke depan akan ada larangan parkir di sirip-sirip Malioboro. Kebijakan itu sebagaimana konsep Malioboro sebagai kawasan pedestrian.

Selain di Beskalan, area parkir tersedia di Senopati, Ngabean, Abu Bakar Ali, dan pasar sore.

Khusus menyambut libur Lebaran kali ini dinas perhubungan juga akan menambah area parkir di bekas kampus UPN dan STIE Kerjasama. Hal itu guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masuk wilayah Jogjakarta. “Ya bisa menampung sekitar 400 bus lah,” ujarnya.

Soal tarif parkir, Sigit memastikan tak ada kenaikan tarif untuk tempat parkir Beskalan. Untuk kendaraan roda empat Rp 2.000 dan roda dua Rp 1.000.

Sigit mewanti-wanti para juru parkir untuk tidak menaikkan tarif secara tidak wajar. Khususnya di area parkir yang dikelola masyarakat di bagian sirip-sirip Malioboro.(har/cr15/yog/rg)