JOGJA – Tren angkutan motor gratis (motis) musim angkutan Lebaran tahun ini mengalami peningkatan. Sebagai perbandingan, jumlah motor yang turun di wilayah PT KAI Daop 6 mencapai 1.958 motor. Sementara pada 2018 mencapai 1.865 motor.

Peningkatan juga terlihat dari jumlah motor yang turun melalui rute lintas selatan 2. Tercatat hingga musim angkutan Lebaran berakhir, ada 1.936 motor. Sementara pada tahun sebelumnya PT KAI Daop 6 melayani 1.844 kendaraan bermotor roda dua.

“Seluruhnya terbagi dalam dua fase. Pertama saat musim mudik 27 Mei hingga 2 Juni, lalu arus balik pada 8 Juni hingga 13 Juni. Kalau total tiga rute mencapai 18.086 unit. Artinya dalam satu hari mampu mengangkut 1.392 motor,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto ditemui di Stasiun Lempuyangan, Selasa (28/5).

Agenda rutin tahunan ini terbukti mampu menarik pemudik kendaraan bermotor. Di mana mayoritas sudah menitipkan kendaraannya hingga daerah tujuan. Sementara pemilik bisa memilih mudik menggunakan kereta api, angkutan bus, atau kapal.

Khusus untuk angkutan motis, PT KAI menyiapkan rangkaian khusus. Di mana kereta kargo digunakan untuk mengantar sepanjang rute Pulau Jawa. Untuk sekali angkut, kereta kargo mampu membawa 464 unit motor.

“Satu gerbong itu bisa diisi sebanyak 58 motor. Untuk menjamin keamanan, setiap motor akan dilapisi kardus agar tidak bergesekan. Lalu tanki bahan bakar wajib dikosongkan,” ujarnya.

Stasiun Lempuyangan masuk dalam rute lintas selatan 2. Meliputi stasiun Jakarta gudang hingga stasiun Pasarturi Surabaya. Wilayah yang dilalui Lemah Abang, Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Madiun, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Surabaya, dan Pasarturi.

Ada pula lintas selatan 1, yang berakhir di Stasiun Kutoarjo. Daerah yang dilalui di antaranya Lemah Abang, Cimahi, Kiaracondong, Sidareja, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo. Sementara jalur utara tetap berakhir di Stasiun Pasarturi Surabaya namun dengan rute berbeda.

“Kalau yang utara lewatnya dari stasiun Jakarta Gudang, Lemah Abang, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Babat, dan berakhir di Surabaya Pasarturi,” katanya.

Untuk pengambilan kendaraan, pemilik wajib melampirkan beragam bukti. Mulai dari KTP asli pendaftar, Kartu Keluarga asli, STNK asli dan tanda bukti pengiriman. Selama menunggu pemilik datang, seluruh motor akan disimpan di gudang milik PT KAI Daop 6.

“Peminat biasanya mahasiswa yang berasal dari luar Jogjakarta. Adanya program ini setidaknya mampu menurunkan angka kecelakaan. Ini karena pemudik tidak kelelahan karena motor cukup dipaketkan,” ujarnya. (dwi/laz/rg)