SLEMAN – Peredaran narkotika di Sleman tinggi. Buktinya, Satnarkoba Polres Sleman berhasil mengamankan tiga pengedar narkoba.

Pengedar tersebut Purnomo, 36 tahun, warga Surakarta. Pelaku merupakan jaringan Jogja-Solo. Dia ditangkap Kamis (16/5) di Banjarsari, Surakarta.

Sedangkan pengedar pil trihexyphenidyl (pil sapi) bernama Dodik, 26 tahun, asal Sleman. Serta Jack Paijo, 43 tahun, asal Kulonprogo.

Wakapolres Sleman, Kompol M. Kasim Akbar Bantilan menjelaskan, pengungkapan kasus kali ini lebih besar dari sebelumnya. ‘’Kami mengamankan 203 gram sabu,” kata Akbar di Mapolres Sleman (28/5).

Penangkapan bermula dari informasi penyalahgunaan sabu. Polisi menelusuri hingga Surakarta dan mengamankan Purnomo.

Purnomo tidak bekerja sendirian. Di bawahnya, ada jaringan lain. Akbar mengatakan, tidak akan berhenti memberantas narkoba di Sleman. “Masih kami kembangkan,” kata Akbar.

Jaringan narkoba Purnomo diperkirakan jaringan besar. Polisi masih terus menelusuri atasan Purnomo. “Kami masih mencari keterangan di mana dia mendapatkan sabu,” kata Akbar.

Kasat Narkoba Polres Sleman, AKP Andhyka Donny menjelaskan, modus yang digunakan pelaku dengan mengirim langsung kepada bawahan. Lalu dipasarkan dengan bertemu langsung.

Andhyka menjelaskan, pengedar sabu yang diamankan tidak ada hubungan dengan pengedar sabu sebelumnya yang telah ditangkap. “Kalau ini hanya mengedarkan sabu di Jogja. Khususnya Sleman,” ungkap Andhyka.

Dikatakan, omzet jual beli sabu mencapai ratusan juta rupiah. Satu gram sabu dijual Rp 1,3 juta. “Kalau dikalikan, mencapai Rp 263 juta untuk 200 gram sabu,” jelasnya.

Peredaran sabu ini menyasar kalangan menengah ke atas. ‘’Karena harga yang tinggi,” lanjutnya.

Ketiga pelaku mendekam di Mapolres Sleman. Purnomo dijerat UU 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup, denda Rp 10 miliar. Dodik dan Jack dijerat UU RI 36/2009 tentang kesehatan. Ancaman penjara sembilan tahun. (har/iwa/by)