JOGJA – Satresnarkoba Polda DIJ bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ dan Dinas Perhubungan DIJ melakukan tes urine secara mendadak terhadap awak bus antar kota antar provinsi (AKAP). Tes urine digelar di Terminal Giwangan, kemarin Selasa (28/5).

Wadirresnarkoba Polda DIJ AKBP Bakti Andriyono mengatakan, tes urine dilakukan untuk memastikan para pengemudi dan kernet bus tidak dalam pengaruh narkoba. Ini penting karena mereka mengemudikan kendaraan dan membawa nyawa banyak orang.

Ada 25 orang pengemudi dan kernet yang dilakukan tes urine.  “Tes urine ini juga sebagai bentuk pencegahan terhadap kecelakaan. Menggunakan narkoba saat mengemudikan kendaraan itu sangat membahayakan,” kata perwira menengah ini.

Bakti menambahkan, tes urine ini lebih untuk pencegahan sehingga tidak berakibat fatal bagi penumpang, angkutan dan pengguna jalan yang lain. Jika pengemudi bus terbukti positif menggunakan narkoba, maka harus diganti sopir cadangan lainnya.

Selain itu, jika ditemukan barang buktinya, akan dilakukan proses hukum lebih lanjut.  “Untuk hasil tes urine kali ini negatif. Tes urine ini  akan dilakukan saat kedatangan maupun keberangkatan,” tambahnya. (cr8/laz/rg)