JOGJA – Robot Development Community Universitas Ahmad Dahlan (RDC UAD) menorehkan prestasi. Empat tim robot yang tergabung dalam RDC UAD, melaju di Kontes Robot Nasional (KRI) sampai ke tingkat nasional.

Itu setelah masing-masing tim mampu mengalahkan para pesaingnya di tingkat regional. KRI tingkat nasional akan berlangsung 19-23 Juni 2019 di Udinus, Semarang.

Ketua RDC-UAD Nuryono Satya Widodo ST MEng menympaikan hal ini tidak terlepas dari peran Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) yang selalu mendukung dengan menyediakan fasilitas yang berkelas. “Itu sebabnya tim robot yang diikutkan kontes bisa tampil maksimal dan membawa pulang trophy,” jelasnya saat jumpa pers di kampus 1 UAD, Jalan Kapas No.9, Semaki, Jogja, Senin (27/5).

Nuryono menuturkan keempat tim yang berhasil mendulang prestasi di tingkat regional, yang digelar di kampus Unsoed dan lolos tingkat nasional, yakni Fire-X tim robot sepak bola beroda (Juara Harapan); Al-Jazari tim Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) (Juara Harapan). Lanange Jagad tim robot Tari Jaipong Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) (Juara 2). R-Scuad tim Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid (Juara 1, Juara Inovasi Terbaik, dan Juara Desain Terbaik).

Kabid Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa Danang Sukantar MPd menyampaikan RDC sudah berdiri sejak 2008. Selama ini sudah mengharumkan nama UAD di kancah perobotan di Indonesia dan dunia.

“UAD sangat concern terhadap pengembangan dan inovasi robot. Bahkan ada alokasi dana hingga Rp 500 juta sampai Rp 630 juta pert ahunnya untuk RDC-UAD,” ungkapnya.

Danang menuturkan, dalam perkembangan era revolusi industr 4.0 ini, industr robot akan diaplikasikan di hampir semua bidang. Hal ini sudah dibuktikan melalui aplikasi Sistem Monitoring Kontrol Irigasi (SimonKori) untuk pertanian hidroponik yang berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan merupakan paten dari UAD yang memakai sistem robotik.

Menurut Danang, mahasiswa tertarik bergabung dalam tim robot karena ingin merasakan pengalaman berlaga di kontes robot tingkat regional, nasional maupun internasional. Selain dapat menambah Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), yaitu rekam jejak mahasiswa ketika menjalani perkuliahan sebagai dokumen pendukung yang menerangkan kemampuan yang dibutuhkan sebagai prasayarat dalam persaingan memasuki dunia kerja.

“Bagi UAD ini dapat mengangkat rangking dalam Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa), yaitu program klasifikasi dan pemeringkatan bidang kemahasiswaan, yang dirilis oleh Ditjen Belmawa Kemenristek Dikti,” imbuhnya.

Pembina Tim Robot Riky Dwi Puriyanto ST MEng menjelaskan keberadaan tim robot selain sebagai eksistensi dari prodi Teknik Elektro, terbukti minat maba UAD cukup besar untuk menekuni dunia robot. RDC sendiri sangat selektif dalam proses rekrutmen anggota baru. Selain untuk regenerasi dan membangun tim yang solid, tradisi kemenangan UAD di berbagai kontes robot harus tetap terjaga. Tim robot sudah berprestasi dari regional, nasional maupun internasional seperti di Taiwan dan Korea Selatan.

“UAD juga rutin memasukkan tulisan ilmiah tentang perkembangan terkini dunia robot ke jurnal-jurnal internasional, yang terindeks Scopus tentunya,” jelasnya. (*/a11/pra/er)