JOGJA – Usai melakukan pengamanan Pemilu serentak 2019, aparat Kepolisian sudah ditunggu tugas berikutnya. Pengamanan arus mudik lebaran 2019. Polda DIY menerjunkan tim sebanyak 5.277 personil gabungan. Terdiri dari jajaran kepolisian, TNI, dan potensi masyarakat.

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, dari anggota jajaran kepolisian pihaknya menyiapkan 2.704 personil yang ditempatkan menyebar di seluruh DIY. Kemudian 2.573 personil merupakan tim dari satuan lain.

“Setiap tahun kami melaksanakan operasi pada mudik lebaran dengan kekuatan maksimal,” kata Dofiri usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Progo 2019 di halaman Mapolda DIY, Selasa (28/5).

Jelang arus mudik ini, Direktorat Lalu Lintas (Dilantas) Polda DIY sudah memetakan lokasi-lokasi kepadatan lalu lintas. Tantangan tahun ini adalah operasional tol trans-Jawa. Meski Jogjakarta bukan perlintasan namun dipastikan akan terdampak.

Dirlantas Polda DIY Kombespol Tri Julianto Djati Utomo memastikan musim mudik kali ini istimewa. Salah satu acuannya adalah operasional sejumlah tol trans-Jawa. Perwira menengah tiga melati ini mengungkapkan DIY menjadi daerah tampungan. Terutama adanya jalur keluar tol Surakarta dan Kartasura. Keberadaan jalur keluar di Jawa Tengah itu diperkirakan berdampak hingga ke DIY.

“Untuk jalur tol ini kami tentu berkoordinasi lintas wilayah. Pemantauan oleh Polda Jateng sehingga kami bisa mempersiapkan langkah manajemen lalulintas di DIY,” jelasnya.

Tidak hanya menjadi perlintasan arus mudik, DIY juga dianggap destinasi wisata. Itulah mengapa manajemen lalu lintas dipersiapkan secara matang. Terutama dari wilayah timur, arah masuk dari Surakarta dan Boyolali.

Evaluasi tahun lalu, pengaturan lalu lintas tergolong efektif. Kali ini ada evaluasi terutama aktivasi tol trans-Jawa. Mulai dari tol Pejagan lewat Purworejo, lalu exit tol Kartasura. Dari wilayah ini, DIY akan menjadi perlintasan menuju Magelang dan sekitarnya.

Manajemen lalu lintas akan beracuan pada pengalihan arus tahun sebelumnya. Untuk pemudik perlintasan diarahkan melalui Proliman Kalasan. Dari ruas jalan ini akan tembus kawasan Tempel untuk menuju Magelang.

“Banyak opsi, kalau ke utara bisa lewat Proliman. Kalau mau ke selatan bisa melalui ruas jalan Prambanan Piyungan atau masuk hingga Janti dan belok ke arah Ringroad selatan. Dari arah ini bisa menuju Bantul atau lanjut ke Kulonprogo dan Purworejo,” katanya.

Manajemen lalu lintas ini untuk mengurai kepadatan tengah kota. Ini karena tidak sedikit pemudik justru melintas melalui jalur tengah. Padahal ruas jalan kawasan kota tergolong padat. Apalagi kawasan ruas Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro hingga ke sisi barat.

Untuk musim mudik kali ini, Polda DIY setidaknya menyiagakan 2.700 personel. Masa Operasi Ketupat Progo 2019 berlangsung dari 28 Mei hingga 9 Juni. Seluruhnya bersiaga di seluruh pos maupun Polsek dan Polres.

“Nanti ada plang-nya juga, apakah hanya melintas atau mau masuk kota. Kalau melintas kami arahkan ke ruas jalan alternatif sehingga tidak harus lewat kota,” ujarnya.

Di satu sisi jajarannya juga mengantisipasi titik rawan kecelakaan. Selain penyiagaan personel kepolisian juga instansi kesehatan. Tujuannya sebagai reaksi cepat apabila ada kecelakaan. Pada titik-titik tertentu juga berdiri pos pengamanan dan pos pantau.

“Kami sudah ploting wilayah ke semua personel Polsek, termasuk bersama instansi kesehatan dan Dinas Perhubungan. Nanti untuk pemudik yang rawan akan ada tanda, kalau tahun lalu janur kuning sebagai tanda perlu perhatian khusus,” katanya. (dwi/pra/by)