JOGJA – Saat mudik ke kampung halaman dan meninggalkan rumah, keamanannya harus dijaga. Polresta Jogja mewaspadai kejahatan pada rumah kosong, yang ditinggal mudik pemiliknya. Kapolresta Jogja Kombespol Armaini menitipkan pesan.

DWI AGUS, Jogja

Kota Jogja tak hanya menjadi lokasi tujuan mudik. Beberapa warganya juga banyak yang mudik pulang kampung. Mereka meninggalkan rumahnya. Kondisi itu jadi kerawanan tersendiri.Terutama jika idak ada penjaga, hunian bisa menjadi incaran aksi kriminalitas. Bisa menjadi sasaran pencurian yang mengincar harta pemilik rumah.

Armaini menyebut cara termudah mengantisipasi dengan srawung tetangga. Pemilik rumah bisa menitipkan kepada tetangga terdekat. Selain itu juga pamit kepada pengurus RT dan RW setempat. Langkah ini setidaknya mampu meminimalisir celah tindak kriminalitas.

“Mau mudik, sampaikan dulu kepada RT dan RW-nya. Pamit pulang berapa hari lalu titipkan kuncinya. Bisa juga kepada tetangga kanan kiri yang sudah dipercaya,” pesannya kemarin.

Warga, lanjutnya, juga bisa melakukan patroli rutin. Srawung inilah yang bisa meningkatkan rasa saling menjaga satu sama lain. Setidaknya rumah senantiasa dicek untuk dipastikan aman. Terlebih potensi aksi kriminalitas bisa tercipta tanpa mengenal waktu.

Armaini juga menghimbau adanya kunci ganda. Terutama untuk gerbang dan pintu rumah. Tujuannya untuk mempersulit kesempatan pelaku kejahatan. Atau jika ingin lebih lengkap dengan CCTV yang bisa terpantau secara online.

“Gunakan kunci kombinasi, dobel kalau perlu. Kamera pengawas juga efektif, apalagi sekarang banyak pilihan yang bisa dipantau langsung lewat handphone. Meski polisi tetap ada patroli, tapi kan tidak bisa sepenuhnya mengawasi wilayah yang luas,” katanya.

Tips meninggalkan rumah untuk mudik yang lain adalah selalu bawa barang berharga. Perwira menengah tiga melati ini membeberkan target incaran pencuri. Saat ini komplotan rumah kosong kerap mengincar kualitas. Berupa barang-barang yang memiliki nilai jual tinggi.

“Perhiasan dibawa saja, atau kalau tidak simpan di bank. Jangan simpan uang juga  di rumah. Penjahat sekarang tidak mengincar televisi, kulkas atau barang besar lainnya. Carinya yang mudah dibawa dan tidak terlalu mencolok mata,” ujarnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti juga menghimbau warga Kota Jogja berhati-hati. Munculnya aksi kriminalitas kerap berawal dari kesempatan. Salah satunya komplotan pencuri rumah kosong. Terlebih saat ini kerap pura-pura bertamu.

Dalam berbagai kesempatan dia meminta pemerintah dibawahnya peduli. Terutama untuk memantau dan mendatangi langsung. Setidaknya memberikan anjuran tidak asal meninggalkan rumah. Menitipkan rumah tidak bisa sekadar titip begitu saja.

Tetangga harus benar-benar menjalankan amanah. Setidaknya mengontrol rumah yang dititipkan. Pada sore hari lampu rumah dinyalakan. Begitu memasuki pagi lampu kembali dimatikan. Pencuri, lanjutnya, kerap memanfaatkan celah ini.

“Jangan blandang, lampu sampai siang tidak dimatikan. Justru ini bisa memberi tanda rumah kosong. Lalu yang perlu diperhatikan cabut instalasi listrik yang tidak perlu, copot juga selang gas dari tabungnya,” katanya. (pra/by)