JOGJA – Melonjaknya harga tiket pesawat berimbas pada tingkat okupansi hotel di DIJ. Tahun lalu di periode yang sama, tingkat hunian telah mencapai 80 persen. Sementara saat ini rata-rata tingkat hunian hotel di Jogjakarta hanya 60 persen.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Istijab Danunagoro mengakui penyebab utama adalah harga tiket pesawat. “Sebenarnya mulai terasa sepi itu dari Februari. Memang di tiket pesawatnya, saat ini melonjak membuat orang tidak berminat untuk liburan,” jelasnya dihubungi, Kamis (30/5).

Dia lantas membandingan harga tiket tujuan luar negeri. Dengan maskapai yang sama, rute luar negeri justru lebih diminati. Ini karena harga tiket rute luar negeri justru lebih murah dari rute nasional. Ditambah lagi ada program liburan yang ditawarkan oleh negara tujuan.

Meski begitu dia tidak ingin nglokro. Harapan kini bertumpu pada berlakuknya rute tol trans-Jawa. DIJ menjadi daerah persinggahan dari titik keluar.

“Harapan kami di jalan tol, tapi mungkin baru terlihat H-2 atau setelah lebaran. Optimis tetap bisa mendongkrak tingkat hunian. Setidaknya bergerak dari angka 60 persen tingkat hunian saat ini,” ujarnya.

Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager Association DIJ Herriyadi Baiin mengakui ada kelesuan tingkat hunian. Hanya saja bisa tertutupi dengan beragam program individu. Salah satunya adalah santap buka bersama.

“Trennya sekarang banyak di buka bersama. Setiap hotel bisa memanfatkan momen ini dengan baik. Tahun kemarin memang tidak terlalu booming,” jelasnya.

Sama dengan Istijab, Heriyadi menaruh harapan kepada arus mudik Trans Jawa. Pada alur ini, jumlah pemudik dipastikan lebih banyak. Ini karena pemudik tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak. Berbanding terbalik jika pemudik menggunakan moda transportasi udara.

“Kalau pesawat setidaknya satu orang mengeluarkan minimalRp 1 juta untuk tiket. Tapi kalau naik mobil, satu keluarga hanya membutuhkan Rp 2,5 juta untuk bolak-balik. Masih berharap ada kenaikan (okupansi) dari jalur darat ini,” harapnya.  (dwi/pra/er)